KATALOG PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI LUSI 2006-2015

SERI LUSI PUSAT UNGGULAN LABORATORIUM ALAM DI DUNIA SEMBURAN LUSI MUD VOLCANO 

Pengembangan Ilmu dan Teknologi Kebumian pada Penanggulangan Bencana Kebumian Lusi mud volcano

Dikontribusikan oleh: Prof. Dr. Hardi Prasetyo

refleksi 2010-4

Dengan ahli Kebumian Rusi, mendiskusikan temuan 2 tubuh mud diapir selain Lusi berdasarkan pemodelan GIS 3-d berdasarkan data penampang seismik refleksi 2-d. Tim Rusia juga mengusulkan sistem Pemantauan Aktivitas dan kemungkinan perulangan semburan besar dari Lusi mud volcano dengan sistem POLIGON (Kegempaan, Magnetotolerik, Gayaberat) seperti yang diterapkan pada LUSI LAB.

Lesson Learned:

  • Mewakili Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Australia, mengambil Penampang Seismik Refleksi di Celah Timor, untuk lebih memahami Arsitektur Dalam dalam rangka peningkatan rasio keberhasilan eksplorasi migas di Zona Kerjasama Celah Timor.
  • Mewakili Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Inggris, Pengambilan data Penampang Seismik Refleksi Dalam (Deep siemic reflection Profiling) dari Cekungan Banda (Indonesia Timur) ke Tepian Benua Australia (Presentasi di IPA);
  • Menafsirkan penampang seismik refleksi dipadukan dengan data geofisika yang tersedia untuk mengusulkan 3 lokasi Pemboran Laut Dalam di Cekungan Tepian Banda (Presentasi di PIT HAGI);
  • Menggunakan penampang seismik refleksi Industri Migas dan Penampang Penelitian Kelautan untuk temuan mud diapir dan mud volcano di Cekungan Bali-Lombok-Flores (Presentasi dan Penerbitan di IPA dan JGR);
  • Ditunjukan Jian Eksplorasi Pertamina, mendampingi Tim Ahli dri CGG Perancis untuk mengembangkan Sistem Informasi Eksplorasi Migas (dipresentasikan di IAGI);
  • Mendampingi Prof. Dr. JA Katili (Alm), bersama Ir. Luki Samuel menafsirkan Penampang Seismik Refleksi Industri, menulis paper dipresentasikan di AAPG New York (USA) “Prospek Migas di Cekungan Busur Depan Indonesia”;
  • Menggunakan penampang seismik refleksi Industri dan Ilmiah, mendampingi  2 kandidat Doktor dari Amerika dan Belanda, melakukan Penelitian Zona Transisi Busur Depan Sunda-Banda, dibarengi dengan penyelidikan di lapangan Kontinen Mikro Sumba dan Prisma Akrasi tepian benua Australia di Pulau Sawu (Publikasi Ilmiah dan disertasi).
  • Mengikuti Ekspedisi pengambilan data Seismik Refleksi 3-d untuk industri migas di Zona Kangean.
  • Memimpin beberapa ekspedisi untuk pengambilan data seismik refleksi dengan kapal riset Baruna Jaya III.

 

12573882_877800009003997_1121331577919566422_n

LUSI PUSAT UNGGULAN STUDI MUD VOLCANO DI DUNIA

KATALOG PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI LUSI 2006-2015

Dikontribusikan oleh Prof. Dr. Hardi Prasetyo

Plt Kepala BPLS

Untuk Tim Terpadu Lusi 2016.

TIM TERPADU KEBUMIAN LUSI 2016, Kick off 22 Januari 2016 di Kantor Kementrian PUPR (DP-BPLS).

17 Januari 2016, telah dilaksanakan Pertemuan Perdana dipimpin oleh Prof. Dr. Hardi Prasetyo (Plt. Kepala BPLS) dan Dr. Ir. Andang Bachtiar (Ketua KEN).

1463065_877800112337320_91590062145565618_n

Dengan sasaran utama adalah untuk menghasilkan Data Baru “Kebumian” (Geologi, Geofisika, dan Geomatika)  terutama Penampang Seismik Refleksi 3-d (3-d Seismic Reflection Profiling) di bawah Lusi mud volcano aktif saat ini.

20AGUSTUS 2010

27 Agustus 2010, enam tahun lalu, saya diberi kehormatan untuk memimping sidang pada Rapat Koordinasi para Pimpinan Organisasi Kebumian, Perminyakan dan Ahli Pemboran Indonesia, bertempat di Badan Geologi. Dengan kesimpulan akan mengambil data baru seismik refleksi 3-d, sumber energi di sisi timur dan perekam di sisi barat PAT LUSI. Dana APBN 2011 telah tersedia, Namun tidak dapat diimplementasikan karena masalah sosial kemasyarakatan.

12573873_877800129003985_2542139970737734886_n

Sasaran utama dari Tim Terladu Lusi 2016 (TTL 2016) adalah mendapatkan gambaran bawah permukaan di area semburan lumpur Sidoarjo untuk tindak lanjut pananggulangannya.

Diimplementasikan dengan mengambil data baru penampang seismik refleksi 3-d di bawah permukaan dari semburan aktif Lusi mud volcano. Data pendukung adalah penampang magnetotelerik yang telah diambil 2015 dan pengambilan baru tahun 2016 oleh BPLS atas kerjasama dengan institusi riset luar negeri dan institusi Peguruan Tinggi di Indonesia.

Sebelumnya telah banyak dilakukan pengambilan data geofisika yang umum (gaya berat, kemagnitan, resistivitas, kegempaan).

Data baru tersebut akan sangat bernilai dalam upaya untuk lebih memahami Anatomi dan Pengendali Mekanisme Semburan Geyser Lusi, dalam rangka  Tahap Penanggulangan selanjutnya Bencana Kebumian Lusi selanjutnya.

Sebelum dilakukan pengambilan data baru seismik refleksi 3-d,  yang telah disepakati bersama oleh Timdu Lusi 2016, bahwa keseluruhan proses tersebut pada aspek teknik, akan menghadapi rasio kesulitan yang tinggi.

Karena sampai saat ini Lusi sebagai suatu mud volcano, masih berlanjut menyemburkan lumpur, air dan gas pada intensitas berfluktuatif. Disamping sebagai dampak berganda dari sembuan Lusi adalah deformasi amblesan yang alami, antara lain dikendalikan oleh proses pembentukan kaldera (Kaldera formation processes).

Sesuai kaidah umum pada Riset Kebumian, adalah sangat urgen untuk dilakukan kompilasi terhadap data Penampang Seismik Refleksi yang tersedia sebelumnya, baik dalam bentuk penampang standar (twt), maupun yang digunakan untuk penafsiran Stratigrafi dan Struktur.

Sebagaimana yang telah dipublikasi atau dipresentasikan pada berbagai forum terkait.

Sejak terbentuknya BPLS (April tahun 2007) telah diikuti secara seksama terhadap penerapan  dan perkembangan Iptek kebumian (Geologi, Geofisika, dan Geomatika) pada Penanggulangan Bencana Lusi. Bahkan telah diawali sejak Timnas PSLS (2006-2007).

Tahun 2010, 8 April bersamaan dengan HUT BPLS ketiga, telah dibangun secara mandiri situs suatu Situs Internet diberi nama LUSI LIBRARY:KNOWLEDGE MANAGEMENT yang akhirnya  berkembang menjadi wahana LUSI RESEARCH NETWORKING (LRN), diusulkan Profesor Dr. Richard Davies 2011.

Hampir semua makalah Ilmiah  atau Poluper terkait Lusi  diterbitkan atau diterjemahkan, selanjutnya telah dikontribusikan oleh para penulis pada Lusi Library.

25-25 Mei 2011 atas Inisiator Lusi Library (BPLS) dan bekerjasama dengan pihak HSF Australia, telah dilaksakan Simposium Internasional Ilmiah Lusi, yang diharapkan akan dapat diulangi kembali pada 25 Mei 2017.

CATATAN KEMANFAATAN SEISMIK REFLEKSI 3-D:

 

Dampak dari penampang seismik refleksi 3-d untuk pemahaman anatomi dan pengendali mekanisme semburan di bawah permukaan Lusi mud volcano

Disarikan dari beberapa artike terkait:

Survei penampang  seismik refleksi Tiga-dimensi  (Three-dimensional seismic reflection surveying ) merupakan  salah satu perkembangan teknologi yang  paling menarik (is one of the most exciting technology) pada Ilmu Kebumian selama abad terakhir (the Earth Sciences over the past century).

Dalam industri Minyak dan Gas Bumi penerapan seismik releksi 3-d sudah sangat umum baik pada tahap eksplorasi (menemukan cadangan migas) ataupun pada peningkatan produksi migas.

Data seismik refleksi Tiga-dimensi menyajikan komunitas Ahli Kebumian (geosains)  dengan suatu  kemampuan luar biasa  (Three-dimensional seismic data present the geoscience community ) untuk memetakan struktur dan fitur stratigrafi secara rinci secara pandangan 3D, pada resolusi sampai beberapa meter dari suatu cakupan wilayah ribuan kilometer persegi (to map structures and stratigraphic features in 3D detail to a resolution of a few metres over thousands of square kilometres.)

Kekuatan yang dimiliki dari penampang seismik refleksi 3-d untuk mendapatkan suatu solusi, sehingga telah menjadi faktor utama (his resolving power has been a major factor) dalam pemahaman terbaru dari sejumlah fenomena  yang sebelumnya tidak diduga  yang berlangsung pada suatu cekungan sedimen (in the recent recognition of a number of previously unsuspected phenomena in sedimentary basins).

Ketersediaan penampang seismik refleksi 3-d ini juga  telah menimbulkan beberapa wawasan baru yang signifikan,  dalam melakukan analisis suatu cekungan sedimen  (has led to some significant insights in basin bsin analysis) . 

Data seismik tiga dimensi juga sangat bernilai  dalam mendokumentasikan variabilitas spasial dari diagenis sedimen.

Sehingga membuka peluang  yang lebih suatu penafsiran  geofisika, untuk mengklarifikasikan Postur dan Pengandali mekanisme semburan Lusi dibawah permukaan. Sebagai alat bantu yang sangat bernilai dalam pertimbangan Penanggulangan Bencana kebumian Lusi mud volcano ke depan.

Kedepan keberadaan Penampang Seismik Refleksi 3-d (2017) akan didukung ketersediaan data geofisika lainnya yang utama penampang Mangnetotolerik (2015 dan 2016),  Penampang gaya berat, Kelistrikan dan kegempaan.

ALBUM PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI LUSI 2006-2015

Sampai saat terjadinya semburan Lusi mud volcano tahun 2006, belum tersedia penampang seismik refleksi 3-d.

Penampang seismik refleksi 2-d yang ada, merupakan hasil kegiatan Eksplorasi Migas pada Kontrak Kerjasama Migas (KKS Migas) Blok Brantas,  dimana sebagai operator adalah Lapindo Berantas Inc.

Slide4

Peta dimensi Wilayah: KKS Block Brantas dan lokasi fenomena mud diapir dan mud volcano di Zona tektonik regional Zona Kendeng

Pasca terjadinya semburan Lusi mud volcano yang telah berkembang menjadi Bencana Kebumian Lusi, banyak para ahli kebumian yang menggunakan data penampang seismik refleksi 2-d lama, yang diproses ulang untuk mendukung tujuan penyelidikan ilmiah.

Tercatat tim Rusia yang menggunakan data lama seismik refleksi 2-d diproses menggunakan teknologi GIS 3-d, namun tetap pada kualifikasi seismik 2-d.

refleksi 2010-5

Seperti apa penampang seismik refleksi 2-d diambil sebelum semburan Lusi, diproses kembali dan ditafsirkan geologi dari beberapa penulis, yang terbaru tercatat Mark Tingay (2015) dan tertua antara lain Mazzini 2007, diantaranya Istadi 2009, Sawolo 2009 dan Davies 2011.

12439004_877818389002159_5868111117178877780_n

Lintasan seismik refleksi 2-d mencakup wilayah Lusi dan gunung lumpur purba Porong-1 (Istadi 2009). Pada peta lokasi ditampilkan tiga elip pelangi deformasi amblesan (subsidence) dan pengangkatan (uplift) dari Satelit InSAR (Abidin 2008).

12540822_877800312337300_2575633757160271124_n

Ringkasan penampang seismik refleksi dan penafsirannya:

Mazzini 2007, memperlihatkan penampang seismik refleksi dimana pada lokasi Lusi terdapat karakteristik tanpa pemantul seismik, ditafsirkan dari struktur pembubungan.

Istadi 2009, pemprosesan penampang seismik refleksi memotong Banjar Panji-1 dan Porong-1,  ditumpang susunkan dengan analisik kecepatan gelombang seismik, dimana kecepatan rendah dari sumber Lusi dari lempung Formasi Kalibeng Atas;

Davies 2011, menafsirkan stratigrafi dan struktur penampang seismik refleksi dengan menekankan sumber air berasal dari batugamping Formasi Prupuh  dan sumber lumpur di Formasi Kalibeng Atas yang telah mengalami tekanan berlebih (overpressure). Ditafsirkan panjang umur semburan Lusi sampai tahap dikelola 26 Tahun.

Tingay (2015) hasil pemrosesan ulang menafsirkan stratigrafi dan struktur di bawah semburan Lusi. Dengan tujuan utama mendapatkan nilai tekanan pori awal (initial pore pressure) sebelum Lusi dilahirkan tahun 2006. Disimpulkan bahwa di bawah kedalaman 300m sudah berada pada kondisi overpressure. Tekanan pori awal Lusi lebih besar daripada perhitungan peneliti lainnya, sehingga volume lumpur dan air di reservoir lebih banyak. Sebagai implikasi perhitungan panjang umur semburan Lusi seharusnya menjadi lebih lama dari penyelidikan sebelumnnya: Rudolph 15 Tahun, Davies 26 Tahun, Istadi 23-30 tahun.

12642901_877800279003970_3857951783411112308_n

Perbandingan Penafsiran Penampang seismik refleksi dari Tingay (2015), Davies (2011) disandingkan dengan penampang stratigrafi komposit (Mazzini 2012)  dimana hal baru di bawah Formasi Kujung atau Prupuh adalah serpih dari Formasi Ngimbang pada kedalaman >4400m.

Penampang penafsiran stratigrafi dan struktur di bawah Lusi dari Tingay 2015, telah digunakan untuk mendukung riset “Tekanan Pori Awal sebelum semburan Lusi” dimana menghasilkan kesimpulan penting:

1) Lapisan sedimen di bawah kedalam 300m telah mengalami “overpressure”;

2) Tekanan pori awal (initial pore pressure) pada satuan sumber lumpur (Formasi Kalibeng) dan sumber reservoir air Formasi Prupuh, lebih tinggi daripada asumsi dari penulis sebelumnya;

3) Sebagai konsekuensi tebal lapisan sumber lumpur Formasi Kalibeng pada overpressure menjadi lebih tebal, demikian pula volume air di dalam reservoir batugamping Prupuh menjadi lebih banyak. Sehingga memberikan implikasi perhitungan panjang umur semburan Lusi (Lusi longevity eruption) akan lebih lama dari perhitungan sebelumnya (Istadi 2009 untuk sumber Lumpur, dan Davies 2011 untuk sumber air);

4) Kesimpulan umum Lusi dapat menyembur jauh lebih lama namun pada intensitas semburan yang telah mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2006-2009 (~100.000m3/hari).

Penampang Stratigrafi Komposit dari Mazzini (2012) menunjukkan bahwa Lusi sebagai mud volcano yang tidak rumah (Atype mud volcano), merupakan sistem dalam (deep seated mud volcano system), sedimen berperan sebagai tuanrumah sistem hidrotermal yang terkait dengan gunung magmatik (Welirang-Arjuno).

Satuan serpih Formasi Ngimbang ditafsirkan telah mengalami pemanasan dari intrusi magma, sehingga membangkitkan gas termogenik, disamping mengalami transformasi mineral lempung menghasilkan fluida yang mengalir keatas menembus sumber lumpur di Formasi Kalibeng Atas.

12592710_877800309003967_6876710821241914300_n

Rincian Penafsiran Penampang seismik refleksi Tingay (2015) sumber seismik refleksi diambil sebelum semburan LUSI. Sumbu tegak (Y) waktu tempuh gelombang seismik dua arah, sedangkan horisontal (X) dengan notasi 2km. Garis merah mencirikan wilayah dengan tidak ada pemantul seismik, umum ditafsirkan sebagasi zona struktur pembubungan.

944077_877815129002485_4992740938194262495_n

Penafsiran Penampang seismik refleksi, dengan menampilkan struktur patahan tidak aktif dan aktif (merah), Zona interval dengan kecepatan rendah (lumpur Formasi Kalibeng Overpressure), Puncak dari satuan lumpur volkani, dan Puncak satuan Karbonat.

12647365_877814845669180_349328922033466278_n

Perbandingan penafsiran struktur dari Tingay (2015) dan Industri Migas dengan memblowup patahan tidak aktif dan patahan aktif.

12552946_877800395670625_8319356193015075626_n

Penafsiran Penampang Seismik dari Davies (2011) menekankan lokasi sumber lumpur (Formasi Kalibeng) dan sumber air (Formasi Prupuh). Sumur Banjar Panji-1 menembus di atas dari satuan Formasi Prupuh.

12472400_877814842335847_2409936140083322797_n

Perbandingan penafsiran penampang seismik refleksi dari Tingay (2015) dan Davies (2011), penekanan pada struktur  patahan aktif dan tidak aktif.

refleksi 2010-2

Perbandingan Penampang Seismik Refleksi (Istadi 2009) dan Davies (2011) dengan usulan perubahan satuan batupasir volkanik menjadi ekstrusi  gunung api dan satuan batugamping Kujung menjadi Prupuh

 

12642934_877815132335818_3980997880847724271_n

Rincian penampang seismik refleksi dengan pengukuran kecepatan gelombang seismik untuk lapisan lumpur Formasi Kalibeng menunjukkan adanya zona dengan interval  kecepatan gelombang seismik yang rendah.

12631473_877815249002473_2985980329970953934_n

Contoh pemanfaat penampang seismik refleksi 2-d untuk penafsiran panjang umur semburan Lusi dari ketebalan dan volume sumber lumpur Formasi Kalibeng dibagi kecepatan aliran 90.000m/hari menghasilkan kisaran 23-35 tahun.

GALERI PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI DITEMPATKAN PADA SITUS LUSI LIBRARY

LINK LUSI LIBRARY KNOWLEDGE MANAGEMENT PRASETYO 2010

https://sites.google.com/site/lusilibraryhardi2010/gallery-thematic

2-Seismic Reflection

BASELINE AND CATALOG SEISMIC REFLECTION PROFILES FOR UNDERSTANDING SUBSURFACE ANATOMY OF lUSI MUD VOLCANO AND SURROUNDING AREA

12644964_877800012337330_2438369647936480462_n

Simulasi pengambilan data seismik refleksi 3-d disandingkan dengan model 3-d GIS tubuh mud volcano Lusi dan dua struktur lumpur.

Penafsiran struktur bawah permukaan berdasarkan seismik refleksi.

12647252_877815412335790_4455813685827986289_n

Penampang Seismik refleksi  refional, dengan lokasi sumur eksplorasi Porong-1 (timur) dan BJP-1 (barat), ditunjukkan lokasi sumur dan penampang  (Istadi 2001) dan dikorelasi dengan Struktur Bawah Permukaan (Sawolo 2009)

12644767_877815529002445_7081757263013559436_n

Penampang seismik refleksi 2-d Regional arah timur-barat dengan lokasi sumur-sumur eksplorasi Porong-1 dan BJP-1.

12592763_877814839002514_6936667528483142304_n

Penafsiran struktur pada penampang seismik refleksi mencakup Patahan Watukosek (Utara-Selatan), Patahan Siring (timur-barat) dan Struktur runtuf mud volcano purba di Porong-1.

12592708_877818172335514_8959626246767497080_n

Penafsiran Penampang Seismik Refleksi dengan penekanan keberadaan sistem Patahan Watukosek (Mazzini 2009)

12439004_877818389002159_5868111117178877780_n

Peta Lokasi lintasan penampang seismik refleksi, menampilkan Penampang utama timur barat memotong struktur Porong-1 (timur) dan sumur Banjar-1 (Barat). Ditumpang susunkan dengan tiga elip pelangai InSAR yang mencerminkan keberadaaan deformasi amblesan dan pengangkatan.

12552760_877818612335470_6857929681225721203_n

Model 3-d dari seismik refleksi 2-d memperlihatkan postur dari struktur Lusi mud volcano dan dua struktur lumpur (mud diapir) dari Kadurin (2009).

12540560_877818382335493_6856083818924508046_n

Contoh analisis dari karakteristik fisika yaitu kecepatan dan densitas dari satuan Lapisan lumpur overpressure lumpur Formasi Kalibeng yang ditetapkan sebagai sumber lumpur dari semburan LUSI.

LINK BLOG:

Studi Kasus

Emplacement of giant mud volcanoes in the South Caspian Basin: 3D seismic reflection imaging of their root zones

http://jgs.lyellcollection.org/content/162/1/1.short

LIKN LUSI LIBRARY PRASETYO 2010

https://sites.google.com/site/lusilibraryhardi2010/davies/davies_2005

Exceptional quality 3D data for the largest mud volcano yet described provide the first detailed imaging of the plumbing architecture that connects a major volcanic edifice to its source layer at depth.

The volcano is in the South Caspian Basin and consists of an extruded submarine mud bicone, 10 km wide and 1.4 km thick, overlying an oval caldera 1.2–1.6 km in width and 0.5 km in depth.

The caldera narrows downwards into a zone of collapsed country rock forming a downward tapering cone, 1 km in height, the vertex of which is located close to the top of the mud source layer. The imaged structural elements lead to an evolutionary model.

A narrow, steep fluidization pipe fed the oldest, ‘pioneer’ cone. We propose that numerous additional fluidization pipes injected the country rock, forming a densely intruded, cylindrical zone, similar to ‘gryphon’ swarms observed at outcrop onshore.

Wall-rock erosion and compaction of the intruded zone led to collapse of the downward tapering cone that linked upwards into ring faults that define the caldera margins.

Later mud flowage focused on the conical sheared margins. Volumetric contraction of the extruded volcanic cone led to an unusual concentric system of minor, outward-facing normal faults.

This model has many similarities to syntheses of igneous maar–diatreme–caldera systems, for which it may be analogous.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s