GOTONG ROYONG FIBER-KK

 

MEMAKNAI KERJASAMA DAN GOTONG ROYONG ANTARA FIBER BOAT DAN KAPAL KERUK
Foto dari Adi Bravo-3 di Facebook
fboat-1
Kerjasama Fiberboat (oranye) dengan kapal keruk, di Pond Reno dilihat dari arah timurlaut P83.
fboat-2
Panorama indah Fiberboat docking di Kapal Keruk dilihat dari timur, di kejauhan di sebelah barat terlihat semburan geyser Lusi dua titik
Hal yang pasti pada Penanggulangan Kebencanaan Kebumian Lusi adalah “TIDAK ADA KEPASTIAN” atau kondisi DINAMIKA SANGAT TINGGI.
 
Sejak beberapa tahun lalu maka Risiko Bahaya menghadapi musim hujan adalah di sisi barat, baik diluar PAT khususnya Zona Siring-Putul, maupun didalam PAT (Pond Jatirejo Ketapang).
KETAPANG0Aliran Lusi ke Pond Ketapang (Kuning), Lokasi Banjir Siring (Merah), dan aliran Kali Ketapang (Jingga)
KETAPANG-1
Aliran air-lumpur dalam sistem Lusi (kuning) dan aliran Kali Ketapang (Ungun) sebagai pengendali utama Banjir Siring.
 
Saat itu belum dibangun Tanggul Lingkar Luar Utara, Tanggul Kedungbendo, yang khusus dibangun untuk mencegah aliran Lusi masuk ke Kali Ketapang, pasca Jebolnya Tanggul Ketapang P73.
 
Saat ini “War Game” Risiko Bahaya Musim Hujan telah beralih di Zona Timurlaut-Timur PAT.
fboat-3
fboat4
Kerjasama Kapal keruk, Fiber, dan ekskavator Ponton, dua titik semburan Geyser Lusi Sulung di timur dan Bungsu sebelah barat.
 
JALAN PANJANG CUKUP KOMPLEK DARI DANAU KEDUNG BENDO (UTARA LUSI) SAMPAI DI KALI PORONG TENGGARA DI LUAR PAT
kETAPANG2
Jalan Panjang aliran Lusi dari masuk ke Pond Ketapang (baratlaut), Danau Kedungbendo (utara), Pond Glagah (timurlaut), Pond Reno (timur) sampai di outlet di Kali Porong.
 
Penampungan air hujan dan Lusi berlangsung secara estafet:
 
1) Sumber Utama Utara:
 
Danau Kedungbendo memanjang timur-barat menampung aliran air dari sisi barat Lusi masuk melalui Celah Osaka P70 (Barat), Celah P69 le Pond Ketapang, hanya Transit langsung keluar melalui Jebolan P73 (timur Pond Kepapang); Dari utara Lusi melalui Celah Himalaya barat (P68 Barat) dan Celah Himalaya timur (P68 Timur);
 
2) Dari Danau Kedungbendo air keluar dengan dua jalur:
 
A) Kedungbendo ke Reno: Secara alami air keluar melalui 9 overflow di pojok P67, masuk ke Kanal Glagah barat yang mengalir secara alami mengikuti arah Tanggul Luar dari Pond Glagah. Sampai di titik P83 ( pertemuan Tenggara Pond Glagah timur-barat dengan Pond Reno Utara arah utara-selatan) air dipindahkan masuk ke Pond Reno Utara dengan Tiga Pompa;
 
B) Kedungbendo ke Glagah ke Reno: Dari Danau Kedungbendo pada kondisi darurat air diangkut ke dalam Pond Glagah barat dengan 2 pompa. Disamping itu Pond Glagah juga menerima masukan air yang diangkut dari Kanal buatan Hawai-Nirwana. Dari Pond Glagah bila tinggi air sudah maksimal (penampungan sementara) air keluat melalui Overflow P79 masuk ke Kanal Glagah.
 
3) Dari Pond Reno memanjang utara-selatan di sisi timur Lusi air dan lumpur diangkut menggunakan 3 dan hari ini menjadi 4 kapal keruk masuk ke outlet di sisi timur Jembatan Tol lama Porong. Pond Reno dengan Pond Glagah di utaranya dipisahkan oleh Tanggul Kisdam timur-barat
 
Salah satu kapal keruk ditempatkan di sisi timur laut mendekati outlet dari P83, lokasinya relatif remote dibandingkan dengan 2 kapal keruk yang ditempatkan di Selatan Pond Reno, dekat dari P43 lokasi pengendalian kapal keruk di timur Lusi.
Fiber Boat BPLS-1 telah diperbantukan , agar mobilitas petugas Kapal Keruk lebih cepat, disamping disiagakan untuk pemantauan kondisi umum Danau Reno terutama Kisdam.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s