SEMBURAN GEYSER LUSI SULUNG DAN BUNGSU MAKIN MENJADI PERMANEN

TANDEM SEMBURAN GEYSER LUSI SULUNG DAN BUNGSU MAKIN MENJADI PERMANEN.

Februari 15, 2016

FOTO INI SAYA BERI JUDUL TANDEM 2 SEMBURAN GEYSER LUSI SULUNG (2006) DAN BUNGSU (8 APRIL 2010) MAKIN MENJADI PERMANEN.
 
Dikontribusikan oleh Dr. Hardi Prasetyo, Plt. Kepala BPLS
Foto diambil oleh Adang  (Pos Pantau BA), Jumat 12 Februari 2016

Pada Inset semburan Geyser Lusi pada interval semburan besar direkam Drone Badan Geologi KESDM.
Lokasi pemantauan di Utara Lusi disebut sebagai Zona Ilmiah.
Pada musim hujan saat kering dan lembab berwarna coklat.


https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xaf1/v/t1.0-9/12670305_888760937907904_6268066312845648251_n.jpg?oh=3b829011ee56a8da08ff71e35fbbcc29&oe=572D196B

SAAT TERJADI BANJIR SIRING (PASCA PATROLI MENGAMATI DINAMIKA BANJIR DI ZONA SIRING),
DILANJUTKAN DENGAN MENYAMBANGI ATAU MENGUNJUNGI GEYSER LUSI.

Untuk mencapainya dengan Hunter-1 (CRV Otomatis) harus melalui medan sempit dengan lumpur yang licin.

Berhasil berkat Pelajaran menjadi Pilot Hunter-1 di berbagai Medan Lusi sejak tahun 2010.
Dari Zona ilmiah inilah kita bisa mengamati Indahnya Semburan Geyser Ganda Lusi dengan seksama.

Apalagi bila dapat mendekati melalui Jalur masuk Susan di P 83 yang saat ini menjadi jalur utama, setelah dibangunnya Kanal Hawai.

https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtl1/v/t1.0-9/12729295_888761037907894_5857208431686288854_n.jpg?oh=dd18356befac6d24a8423a04e90f4baa&oe=572DA19F

Tumpang susun antara Semburan Lusi Sulung (Kiri-Timur) dan Lusi Bungsu (Kanan-Barat) diambil oleh Drone Badan Geologi KESDM (November 2015), dengan Pilot berpengalaman Ron Agusta dan sutradara Heryadi Rachmat, bagian dari kegiatan GeoTrek (Museum Alam) untuk pengusulan GeoPark Lusi.
Dengan Foto Drone diambil dari Zona Ilmiah, utara Lusi mud volcano Jumat 12 Februari 2016, pasca hujan sehingga udara cerah.
Dari citra Drone dapat diamati bahwa kedua Semburan Geyser Lusi ini dipisahkan oleh suatu Bidang Kelurusan diasumsikan Patahan arah utara-selatan atau sangat umum disebut mengikuti Pola keluruasan Patahan Watukosek (Watukosek Fault linieament).
Foto diambail oleh Adang Pengembara Aw​

JUMAT 12 FEBRUARI YANG PENUH BERKAH

Siangnya Saat Banjir tidak ada pilihan memantau banjir dari Tanggul Siring dengan medan yang Licin dan lengket, berhasil dilewati Hunter-1 di dampingi Hunter3 dan Hunter 4 (Dimex 4X4).
Sorenya berhasil mencapai lokasi Zona Ilmiah (Hawai-Glagah P68) yang pada musim hujan menjadi daerah yang sangat remote.
Berjalan melalui Punggungan untuk mendapatkan posisi yang baik di tengah-tengah dua semburan


https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtf1/v/t1.0-9/12744506_888760954574569_7153992732283603652_n.jpg?oh=6c21fa753da760ab3cd9335fec93f4b7&oe=5723A7C2
Citra Satelit Google Earth diambil Juli 2015

Memperlihatkan Situasi Umum Zona Ilmiah di utara Kaldera Lusi.
Posisi Semburan Geyser Lusi Sulung (timur) dan Bungsu (barat)
Lokasi Hunter-1 dengan garis kuning, merupakan Jalur Zona Ilmiah yang masuk melalui pintu masuk Susan (Susan Gateway), Diasumsikan terdekan kendaraan roda empat otomatis mendekat kawah. Namun untuk Hunter-3 (dengan 4X4) bisa mendekat ke selatan.
Kanal Hawai di dekat lokasi pengambilan foto 12 November 2016 adalah buatan manusia (man made canal) dioperasikan Desember 2013, sebagai langkah nyata mengamankan aliran Lusi agar tidak masuk ke Kali Ketapang.

Punggungan Himalaya yang berkembang sedikit di utara dari Jebolan Tanggul P68 sepanjang 300m, merupakan suatu Pembajian Akrasi (Accretionary Wedge) disusun oleh lapisan-lapisan dari Pengangkatan Sesar naik.
Fenomena Tumbukan Tektonik (collision tectonic) antara masa Lereng Bawah Gunung Lusi yang bergerak ke utara dengan Tanggul Penahan Luapan Lumpur yang statis. Dianalogikan seperti Tumbukan Tektonik yang membentuk Pegunungan Himalaya, merupakan hasil tembukan tektonik antara Lempeng Kontinen Eurasia dan India.
The Present is the Key to The Past

Lusi sebagai pusat unggulan Laboratorium alam.

https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xft1/v/t1.0-9/12717405_888761007907897_1920694180946483686_n.jpg?oh=9ae4aaf2c973205f0ef7fbdf5013418d&oe=5768083A

Citra Google Earth pengambilan satelit 27 Juli 2015 dengan efek 3d, di padukan dengan Citra Drone dri badan geologi dengan pengambilan November 2015.
Memperlihatkan posisi pengamatan berkelanjutan Postur dan Perilaku Semburan Geyser Ganda yang telah semakin permanen, dari Zona Ilmiah di utara Lusi.
Arah pengambilan ke baratdaya dari utara timurlaut, dikenal sebagai arah kelurusan dari Patahan Watukosek (Watukosek Fault Zone).
Perhatikan sebelah barat dari Pusat Semburan Geyser Bungsi suatu busur dengan sumbu panjang timur-barat membentuk tubuh Kaldera Melingkar, dimana pada Juni 2014 masih terbentuk sebagai Danau Kaldera Siring.
Dalam perkembangan waktu, semburan Bungsu dengan intensitas yang tinggi telah mengeluarkan atau memuntahkan lumpur pekat tipa hawai namun bersamaan terjadi Deformasi Patahan kaldera. Sehingga membentuk lapisan-lapian lumpur yang membusur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s