Optimalisasi Pengambilan Data Baru Seismik 3-d di Lusi Mud Volcano,

DIRGAHAYU BPLS 9 TAHUN 8 APRIL (2007-2016)

MENJELANG USIA LUSI 10 TAHUN, 29 MEI (2006-2016)

Optimalisasi  Pengambilan Data Baru

Seismik 3-d di Lusi Mud Volcano,

Tim Terpadu Lusi 2016

Oleh: Prof. Dr.Hardi Prasetyo  (Plt Kepala BPLS), 1 Maret 2016

Pada acara Diskusi di “Ruang Sunarso” BPLS

Makalah ini telah disampaikan pada 18 April 2016, Pada Pertemuan Tim Terpadu Lusi 2016, dikoordinasikan oleh Dr. Andang Bachtiar, di Kantor KEN Jakarta.

Pokok-Pokok BAHASAN:

  • Isu Aktual
  • Strategi Pengambilan Data
  • Studi Geofisika Terdahulu
  • Acuan Seismik waktu ke waktu
  • Aspek Deformasi/GeoHazard
  • Dinamika Lokasi Kunci
  • Informasi Pendukung

Slide01

Tim Terpadu Lusi 2016, untuk mengambil seismik refleksi 3-d baru, sebagai alat bantu memahami anatomi dan pengendali mekanisme semburan Lusi saat ini dan perkiraan Perilaku semburan untuk mitigasi ke depan.

Slide03

Tim Terpadu Lusi 2016, dengan inisiator Dr. Andang Bachtiar dan Prof. Dr. Hardi Prasetyo. Tujuan utama mendapatkan data baru seismik 3-d. Didukung data baru Magnetotelerik, Terrestrial Laser Scanner (TSL). Data seismik terdahulu dari berbagai publikasi.

Slide04

DISKUSI: Penerapan Ilmu dan Teknologi (terutama Kebumian) terkini pada Penanggulangan Bencana Kebumian Lusi mud volcano: Terrestrial Laser Scanner, citra Inderaja, Magnetotelerik, dan Geofisika lain. Isu Aktual Anatomi Bawah Pemukaan LUSI, dilaksanakan di Ruang Sunarso, Kantor BPLS, 3 Desember 2015. INSET: Postur Lusi dengan 3-d Terrestrial Laser Scanner (kiri atas), Rekaman Citra Drone merekam 2 titik semburan, Penfsiran Stratigrafi dan struktur penampang seimik refleksi terbaru (2015). Lokasi Penampang Magnetotelerik dan Geofisika lain (2015).

 

Dikontribusikan Oleh: Prof. Dr. Hardi Prasetyo

DISKUSI: Penerapan IPTEK Terkini
pada Penanggulangan Bencana Kebumian Lusi mud volcano
Terrestrial Laser Scanner (TLS)
Citra
foto dan Video Drone
Magnetotelerik dan Geofisika lain
Isu Aktual Anatomi Bawah Permukaan LUSI
3 Desember 2015, Kantor BPLS Surabaya

Slide05

Pertemuan Tim Terpadu Lusi 2016,

Pokok-Pokok Bahasan:

Isu Aktual

Stratigrafi Pengambilan Data

Studi Geofisika Terdahulu

Acuan seismik refleksi dari waktu ke waktu

Aspek Deformasi/GeoHazard

Dinamika Lokasi Kunci

Informasi Pendukung

Slide06

Isu Aktual Lusi mud volcano:

Slide07

Strategi Pengambilan Data

Slide08

Hasil Survei Terbaru Geofisika di Lusi 2015: Dilaksanakan kerjasama BPLS dan program LUSI LAB (Konsorsium MEE). Dari BPLS Alwi Husen yang saat ini mengambil program S-3 di ITS, memegang peran penting untuk mengelola data hasil survei Magnetotellurik (MT).

Slide02

Menuju GeoPark Lusi: Geodiversity Lusi mud volcano. Data utama magnetotellurik memotong Patahan Watukosek, berarah baratdaya-timurlaut. Bike to work Lusi, panorama luar biasa semburan geyser Lusi dengan latar belakang di selatan gugusan gunung magmatik Welirang-Arjuno.

 

Slide09

Acuan Seismik Refleksi dari Waktu ke Waktu:

Slide10

Aspek Deformasi/GeoHazard

 

 

 

Slide11

Dimana Studi Kunci Lusi mud volcanoEvaluasi lokasi pengambilan data Kebumian yang ideal di Lusi  dalam arti kemudahan akses, kestabilan lokasi, dan keberadaan keragaman geologi setempat. Untuk itu telah ditetapkan Zona Ilmiah Hawai di Utara Lusi sebagai lokasi terbaik untuk melaksanakan kegiatan survei Geologi. Sebagai Pendukung adalah Zona Kaldera Lusi di sisi barat dan Zona Reno-utara.

Slide12

Slide13

Isu Aktual Lusi mud volcano, 2016:  Kiri  Atas : LUSI LAB 1) Parameter regional kegempaan (seismicity), kantong magma (volcanism), Patahan Watukosek (tectonic), aliran Fluidasasi (mud flow); 2) Kanan Atas: Penampang seismik refleksi 2-d 2015 (Tingay) – 2011 (Davies) dan Prognosis Stratigrafi di bawah Lusi sampai  pada satuan Serpih Formasi Ngimbang dengan kedalaman >4400m (Mazzini); 3) Kiri Bawah: Revolusi Iptek InSAR dan GPS dulu hanya digunakan  untuk deformasi, saat ini  telah diaplikasikan untuk perkiraan panjang umur semburan (longevity eruption) dan memantau pergerakan masa sumber dangkal (Lumpur Kalibeng) dan Fluida dalam (dari Formasi Ngimbang >4400m; 4) Kanan bawah: Tim Russia  menerapkan teknologi SIG 3-D dari penampang seismik seismik 2-D sebelum terjadinya Lusi (< 2006), telah mendapatkan tubuh 2 mud diapir disebutnya sebagai (mud structure). Selanjutnya  menafsirkan telah terjadi perulangan luapan Lusi berdasarkan lapisan selang-seling pasir-lumpur di bagian atas.

Slide14

Kiri atas: Saat mengunjungi Russia tahun 2011, saya telah mendiskusikan temuan Tim Russia terhadap 2 tubuh  struktur lumpur (mud structure) yang saya aktualisasikan sebagai diapir lumpur (mud diapir), berdasarkan GIS 3-D menggunakan data seismik refleksi 2-D .  Selanjutnya  Tim Russia mengusulkan suatu sistem pemantauan Poligon (Poligon monitoring system) yang mencakup mendeteksi kemungkinan terjadinya perulangan semburan dahsyat merusak (violence eruption) berdasarkan parameter peningkatan tekanan di bawah permukaan. Dengan memasang alat seismometer, gayaberat, magnetotellurik, dan lain-lain. 

 

Slide15

Pemodelan tubuh 2 diapir di dekat Lusi, berdasarkan analisis SIG 3-d dari data penampang seismik 2-D. Postur struktur pembubungan (piercement structure) yaitu Lusi mud volcano dan 2 mud diapir. Perhatikan simulasi lokasi pemboran  dri Sumur eksplorasi (exploration well) BJP-1 terhadap tiga struktur pembubungan tersebut.

 

KARTUN SKEMATIK POLA PIKIR LUSI MEMPUNYAI HUBUNGAN HIDROTRMAL DALAM DENGAN SISTEM GUNUNG MAGMATIK:

Ringkasan stratigrafi yang telah diketahui sebelumnya di bawah Lusi telah diaktualisasikan menjadi penampang komposit (composite section).

Telah diperkirakan suatu sistem saluran Lusi (plumbing system), dimana fluida dikontribusikan dari kedalaman yang berbeda.

Geokimia menunjukkan bukti adanya  intrusi magma, pembentukan fluida dari pengumpan dari sistem lusi (Lusi feeder system) yang berada pada kedudukan yang lebih dalam.

Hubungan ini juga bisa menjelaskan mengapa aktivitas Lusi terus meningkat setelah terjadinya even gempa bumi yang signifikan (contoh Desember 2006). Walaupun pusat gempa berada relatif jauh dari pusat semburan.

Dipercaya  bahwa gempa bumi tampaknya telah memberikan dampak pada sistem pengumpan dan kantong magma pada kedudukan dalam, selanjutnya  menghasilkan penumpukan overpressure secara periodik sehingga meningkatkan sembuan Lusi mud volcano.

Slide16

Alur dan Pola Pikir (Mazzini 2012): Lusi mud volcano mempunyai hubungan hidrotermal dalam  (deep hydrothermal connection) dari sistem gunung magmatik (magmatic volcano system). Memberikan implikasi bahwa sumber fluida dan gas lebih bervariasi. Penampang stratigrafi komposit mencakup satuan serpih marin Formasi Ngimbang yang diasumsikan berkedudukan di bawah dari satuan batugamping terumbu Formasi Kunjung/Prupuh.

Slide28

Hasil pemplotan data geofisika baru tahun 2015 kerjasama BPLS dengan Lusi LAB: Data penting Magnetotellurik (MT) merupakan yang  baru pertama kalinya diambil di Lusi, lintasan MT berarah timur-barat memotong arah struktur regional dan lokal antara lain sistem  Patahan Watukosek (Watukosek fault system). Pada rangkaian kegiatan Tim Terpadu 2016 akan ditambahkan data magnetotellurik baru atas kerjasama BPLS dengan UNBRA. Hal ini  dengan mempertimbangkan bahwa penetrasi dari seismik 3-D beresolusi tinggi, frekuensi tinggi, dengan sumber energi terutama vibro bukan ledakan TNT, tidak dapat mencapai lapisan dalam (pertimbangan keamanan lingkungan dan sistem tanggul penahan luapan lumpur). Pada konsep rancangan pengambilan data baru Magnetotellurik, akan membentuk pola segiempat tertutup, dengan menggunakan hasil MT 2015 sebagai benchmarking. Dengan demikian diharapkan juga dapat mencakup pola struktur barat laut-tenggara dari sistem Patahan Siring.

Slide29

Pengembangan Lusi Library: Knowledge Management telah berbuah sangat manis, dengan dapat dilaksanakannya  suatu Simposium Internasional Ilmiah Lusi 25-26 Mei 2011. Pada simposium itu, Prof. Dr. Mark Tingay (Australia) telah mengusulkan pengambilan data baru dengan metoda seismik refleksi 4-D dan Magnetotellurik. Tahun 2015 Tingay mempublikasikan  makalah ilmiah yang baru, termasuk telah memproses penampang seismik refleksi 2-d sebelum 2006. Dimana sangat jelas memperlihatkan penafsiran stratigrafi seismik (seismic stratigraphy interpretation).  Termasuk menafsirkan keberadaan zona tidak ada pemantul seismik (zone of no reflectors) yang telah disepakati dari bagian struktur pembubungan (piercement structure) 

Slide30

Rincian Penafsiran stratigrafi seismik  dengan datum kedalaman  dalam second TWT. Struktur memotong sumur Banjar Panji-1 memperlihatkan Zona tanpa pemantul sebagai overpressure zona yang membentuk struktur pembubungan (piercement structure). Juga struktur patahan di bawah permukaan.


 

Slide31

Korelasi seismik dan stratigrafi pemboran BJP-1: Panampang seismik refleksi berdasarkan data lama sebelum 2006 yang diproses ulang, diintegrasikan dengan  data Pemboran. Puncak dari satuan stratigrafi dengan lintasan berwarna. Penekanan pada zona tidak ada pemantul (zone of no reflector) yang dikenal sebagai struktur pembubungan (piercement structure). Struktur patahan di dekat sumur Banjar Panji-1 warna hitam. Tatanan Stratigrafi Seismik (Tingay 2015): 1) Puncak  karbonat (Formasi Prupuh) ~2834 m, 2) Puncak lapisan ekstusif volkanik yang diaktualisasikan sebagai hasil ekstrusi Penanggungan dan bukan lapisan klastik volkanik~1870m, 3) Lapisan tipis pasir intra-Kalibeng ~1350m, 4) Dasar batupasir Pucangan ~840m. 5)  Puncak intra serpih Pucangan ~ 520m. KESIMPULAN PENTING YANG RELEVAN: 1) Lapisan di bawah Lusi yang mengalami overpressure mulai dari kedalaman 300m; 2) Perhitungan tekanan pori awal (initial pore pressure) baik dari lapisan sumber lumpur Formasi Kalibeng, maupun sumber air di Formasi Prupuh menghasilkan perhitungan yang lebih tinggi; 3) Konsekuensi perkiraan panjang umur semburan Lusi mud volcano (longevity Lusi mud volcano eruption) akan lebih panjang. Dibandingkan dengan hasil 25-35 tahun sumber lumpur Formasi Kalibeng (Istadi 2009), dan 26 tahun dari sumber air di Formasi Prupuh (Davies 2011). 4) Tingay sepakat bahwa intensitas semburan Lusi saat ini sudah berubah drastis menjadi di bawah kondisi ekstrim 2006-2009. Dengan asumsi SEMBURAN LUSI AKAN BERLANGSUNG JAUH LEBIH LAMA DARI DUGAAN SEBELUMNYA!

Slide32

Luar biasa karena Tingay mempresentasikan beberapa data parameter petrofisika, yang dikorelasi data pemboran. Data karakteristik fisika batuan sangat penting untuk mengkonversi menjadi asumsi geologi (satuan batuan). 

Slide33

Disajikan data Tekanan  dan “stress” versus kedalaman dan dikorelasi dengan stratigrafi sumur BJP-1, yaitu: Batugamping Prupuh (biru), satuan volkanik padat dan klastik volkanik (coklat), Satuan lempung biru abu-abu Formasi Kalibeng Atas, selang seling pasir dan lempung dari Formasi Pucangan. Lapisan termuda Aluvium.

Slide34

Panyajian pendukung data Petrofisik versus kedalaman dan korelasi dengan litologi sumur eksplorasi.

Slide35

Ketersediaan Data Seismik Refleksi dari Waktu ke Waktu:

Telah disepakati bersama dikalangan ahli Kebumian pada umumnya, terutama yang berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam tidak terbarukan Minyak dan Gas Bumi. Bahwa penampang seismik refleksi, menyediakan alat bantu yang signifikan, untuk memahami struktur, stratigrafi dan khususnya keberadaan “play Migas” (batuan sumber, batuan reservoir, dan perangkap stratigrafi/struktur) di bawah permukaan. Tanpa mengabaikan dukungan dari data geofisika lainnya, yang standar gravity, magnetic dan lain-lain.

Pada kegiatan eksplorasi yang umum, penampang seismik refleksi 2-D diambil sebelum menentukan lokasi dari sumur eksplorasi, mengingat biaya pemboran dinilai sangat mahal.

Pada fenomena Bencana Kebumian Lusi mud volcano yang terjadi 26 Mei 2009, telah dilakukan kegiatan eksplorasi dengan pengambilan penampang seismik refleksi, baik regional mencakup sumur Porong-1 (gunung lumpur purba) di timur sampai di sumur BJP-1 yang berjarak 200m dari semburan Lusi Sulung.

Sehingga pada Lusi tidak ada penampang seismik refleksi 3-D, yang umumnya diambil ketika hasil eksplorasi penampang 2-D dan pemboran eksplorasi menunjukkan hasil positif terhadap “Play Migas”.

Sampai tahun 2016 penampang seismik yang ditampilkan pada makalah ilmiah yang dipublikasikan, menunjukkan adanya variasi pengolahan (processing) dari sumber data lama yang tersedia, dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian.

Secara umum atau historis penampilan penampang seismik 2007-2015 adalah. Menggunakan sekala tegak detik dari waktu rambat gelombang seismik dua arah (Seconds Two Way Travel Time TWT).

2007, Mazzini menampilkan penampang seismik umum, menempatkan lokasi sumur BJP-1, dan memperlihatkan zona tidak ada pemantul (no reflector zone) yang disepakati sebagai struktur pembubungan (piercement structure).

2009, Istadi memproses data penampang seismik regional mencakup sumur Porong-1 (timur) sampai BJP-1, dengan menampilkan parameter kecepatan internal seismik (seismic interval velocity) pada  lapisan lumpur Formasi Kalibeng, yang disepakati sebagai sumber Lumpur. Tidak menafsirkan  struktur (Patahan). Hal ini menjadi penting karena studi yang dilakukan juga akan menghitung perkiraan panjang umur semburan Lusi dari parameter volume Formasi Kalibeng dibagi kecepatan semburan Lusi yang ditempatkan 90.000m3/hari.

2011, Davies menafsirkan stratigrafi dan struktur dan menempatkan lokasi sumur BJP-1. Memperlihatkan lapisan sumber lumpur Formasi Kalibeng, sumber air pada batugamping Formasi Prupuh berumur Miosen. Memperlihatkan struktur patahan yang aktif sampai ke permukaan (Watukosek?) dan struktur patahan tidak aktif. Davies 2011, menggunakan informasi penampang seismik dan parameter lainnya untuk menghitung panjang umur semburan Lusi 26 tahun, berdasarkan asumsi dasar volume air dari reservoir tertutup dari Formasi Prupuh.

2015, Tingay mempublikasikan penafsiran penampang seismik refleksi yang dinilai terbaru, dari sumber 2-D lama diproses ulang sesuai dengan standar Industri migas, dibarengi dengan pengukuran parameter fisik yang dibutuhkan dalam memodel tekanan pori awal sebelum semburan Lusi.

PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN LUSI 3-D

Tim Rusia (2009) telah menghasilkan studi Lusi terutama pertama kalinya menerapkan Penafsiran Pemetaan 3-D Lusi, berdasarkan teknologi GIS 3-d didukung pengolahan dengan Super Computer, namun berdasarkan ketersediaan seismik reflek 2-D sebelum semburan Lusi. Sehingga sama sumber 2-d sebagaimana Mazzini (2007), Istadi (2009), Davies (2011) dan Tingay (2015).

Catatan Penting :  Bahwa Tim Rusia MEMETAKAN BAWAH PERMUKAAN LUSI MUD VOLCANO SECARA  TIGA DIMENSI, NAMUN MENGGUNAKAN DATA SEISMIK RELFEKSI 2-D YANG DIOLAH DENGAN TEKNOLOGI 3-D.

Slide36

Album  data seismik Refleksi 2-D diambil  sebelum lahirnya  Lusi (2006), telah diproses ulang untuk tujuan penulisan Ilmiah, pda kurun waktu (2007-2015), yaitu Mazzini  2007, Istadi 2009, Davies  2011, dan Tingay 2015.

Slide23

Dimana Lokasi di Lusi yang ideal melakukan Studi Kebumian?

Slide24

Zone Ilmiah terutama di utara Lusi, tambahan Zona Siring (barat) dan Glagah (timur laut). Telah disiapkan Pintu Masuk yang dapat ditempuh dengan Mobil terutama Pintu masuk Susan P83.

Evaluasi terhadap dinamika Postur dan Perilaku Semburan saat ini (Mei 2016) telah dapat menentukan lokasi-lokasi survei yang ideal  di lapangan Lusi untuk dilakukannya pengambilan data Kebumian (Geologi, Geofisika dan Geomatika).

Secara umum dikaitkan dengan efisiensi dan efektivitas secara menyeluruh, termasuk kemudahan akses untuk mobilitas peralatan survei dan dukungan logistik dan keamanan, kestabilan lokasi, dan keberadaan keragaman geologi (geodiversity) setempat.

Untuk itu telah ditetapkan Zona Ilmiah Hawai  (ZIH) di utara Lusi sebagai skenario lokasi terbaik (the best location scenario) untuk melaksanakan kegiatan survei Geologi dengan output dan outcome yang optimal. Sebagai Zona Pendukung adalah Zona Kaldera Lusi di sisi barat Lusi dimana berkembang struktur patahan kaldera, Luapan lumpur khususnya dihasilkan oleh semburan dari Lusi Bungsu.

Disamping diasumsikan terdapat sistem Patahan Siring. Juga Zona Reno-Glagah di timurlaut, dimana pada tahun 2014 merekam terjadinya aliran lumpur pekat dibarengi dengan pembentukan struktur rayapan dan patahan.  Tahun 2012 berkembang deformasi patahan yang intensif.

 

Slide25

Evaluasi Dinamika Struktur dengan model  tekanan (kompresif): Di utara Lusi dibarengi dengan struktur Rayapan/Longsoran lapisan lumpur padu dengan model off scraping (mengeruk  dan menumpuk). Zona Ilmiah Hawai di utara merupakan lokasi ideal untuk penyelidikan Kebumian (Geologi, Geofisika dan Geomatika). Pada Zona Ilmiah terdapat Punggungan Himalaya (hasil fenomena tumbukan dengan pola kompresif), dipotong oleh struktur utama utara-selatan (arah Watukosek), berlangsungnya proses rayapan lumpur padu dari Lereng Atas-ke Lereng Bawah disertai off scraping sehingga permukaan lebih padu. Juga banyak berkembang gryphons.

Slide26

Zona Turis  Nirwana Dome (ZTND),  di Selatan Lusi: Dome Lusi telah  disiapkan “Ruang Geodiversity” dan “Ruang GeoPark” untuk mendukung kegiatan Ilmiah di Lusi. Sebagai Pusat Unggulan Laboratorium Alam dan Studi mud volcano di Dunia. Pada Zona Nirwana Dome, pengunjung dapat mengamati fenomena semburan ganda, luapan lumpur dari kawah, dan dapat berdiri di batas Kaldera. Namun ZTND masih sering  terjadi luapan/limpasan lumpur aktif dari sumber Sulung dan Bungsi, sehingga dari segi kemanan masih memiliki risiko, perlu pengawalan dari sekuriti dan Divisi Gas BPLS

Slide17

SINOPSIS LUSI LAB: Merupakan suatu kegiatan kerjasama survei Kebumian BPLS tahun jamak dengan Masyarakat Ekonomi Eropa, dikoordinasikan/dipimpin oleh Dr. Mazzini (Oslo University). LUSI LAB (2013-2016)  menerapkan berbagai metoda atau teknologi survei termasuk high end technology beberapa diantaranya khusus dirancana untuk diterapkan di Lusi. Sebagai dasar pemikiran yang dikembangkan adalah penekanan  fenomena Lusi mud volcani yang berkembang di busur belakang (backarc region) dimana mempunyai hubungan dengan sistem hidrotermal dalam dari gunung magmatik Welirang-Arjuno, berkedudukan di busur depan (forearc region). Beberapa  aspek tektonik regional yang terkait: Kegempaan (seismicity), Sistem Patahan Geser “Watukosek” (Strike-slip fault system), perilaku kantong magma (magma chamber) dari gunung magmatik. Perkiraan aliran fluida fluida dan gas dari sumber dalam dan dangkal (deep and shallow sources).

Slide18

 

Slide19

Penerapan Iptek Kebumian baru pada Penanggulangan Bencana Semburan Kebumian Lusi: Utama,  Peta Terrestrial Laser Scanner (TLS memotong Patahan Watukosek), diintegrasikan dengan studi Geodetik, GPS.: Inset Bawah: 1) Citra InSAR dengan kontur amblesan (digunakan menentukan keberadaan deformasi di sekitar Lusi dan penafsiran panjang umur semburan berdasarkan indikator penurunan intensitas amblesan dengan pola Peluruhan Eksponensial, Rudollph 2013). Atas: 2) Lokasi Magnetotelerik dan Geofisika lainnya (2015) bagian dari LUSI LAB; Tengah: 3) Citra Drone (Badan Geologi KeSDM, 2015).

 


Slide20

Peta Lokasi Penyelidikan Kebumian Utama di sekitar Lusi (Istadi 2009), catatan penting: 1) Lintasan penampang seismik refleksi 2-d sebelum lahirnya Lusi (2006), 2) garis merah tebal adalah Penampang Seismik 2-d terpilih yang memotong lokasi sumur BJP-1 dan Asumsi Patahan Watukosek (utara-selatan). Mencakup Sumur Porong-1 di timur sebagai mud volcano purba (paleo mud volcano) yang menunjukkan struktur runtuh (collapse structure), dan korelasi stratigrafi untuk satuan terumbu batugamping Formasi Kujung versus Formasi Prupuh; 3) Tiga elip pelangi InSAR (Abidin 2008), salah satunya Pelangi elip  Lusi berarah utara-selatan sebagai Overpressure shale area

Slide21

Rincian Penampang Seismik Refleksi 2-d Regional: Memotong Struktur Runtuh dan Sumur Porong-1, Tanggulangin-1 dan Sumur Eksplorasi Banjar Panji-1. Khususnya pada lokasi Lusi  dibawah sumur Banjar Banji -1 telah diproses untuk memperlihatkan zona lapisan dengan kecepatan gelombang seismik rendah, dan pada overpressure, suatu perwujudan dari satuan lempung Formasi Kalibeng Atas yang telah diterima secara universal sebagai sumber semburan LUSI.

Slide22

Profesor Davies 2011 pasca Simposium Lusi telah mempublikasi makalah ilmiah:  Intinya menekankan model panjang umur semburan Lusi 26 Tahun. Berdasarkan kepada pemodelan dari perhitungan sumber air berada pada reservoir tertutup di batugamping terumbu Formasi Prupuh. Kanan Atas A. Indikator yang diterapkan pada Pemodelan Panjang Umur Semburan LUSI, dengan pola pikir sumber lumpur di Formasi Kalibeng Atas dan sumber air dari reservoir tertutup batugamping Formasi Prupuh; Kanan bawah B. Penafsiran penampang seismik refleksi 2-d, memperlihatkan lapisan sumber air (Fm. Prupuh), sumber lumpur (FM. Kalibeng), dan struktur Patahan di dekat BJP-1;  Kiri bawah C: Model perkembangan Lusi mud volcano dengan pembentukan struktur kaldera melingkar. Arah sumbu panjang Kawah Lusi timur-barat searah dengan arah utama struktur regional Antiklin Jawa (Jawa regional anticline structure). Berkembangnya bubble atau semburan sekunder pada bidang patahan kaldera melingkar. Kiri Atas E.Asumsi keberadaan Patahan Watukosek (timurlaut-baratdaya) dan Patahan Siring (baratlaut-tenggara) dimana berkembang bubble dalam jumlah yang banyak pernah puncaknya mencapai 240 (2012) dan saat ini 2016 sekitar 14 belas dengan semburan air atu gas metan yang sangat minimal.

 

Slide37

Rincian Penampang Seismik Refleksi – 2 d dipublikasikan Tingay (2015) berdasarkan penampang seismik refleksi sebelum lahirnya LUSI (2006). Skala vertikal adalah waktu rambat dua arah dalam detik (two way travel time) dan sekala vertikal 2 km. Dari tua ke muda, yaitu:

  • Satuan tertua sebagai Puncak karbonat (Top carbonates) pada kedalaman -2834m (ungu);
  • Puncak satuan volkanik (top volcanics) pada kedalaman 1877m warna coklat muda;
  • Lapisan tipis batupasir intra Kalibeng kedalaman, warna kuning 1350m;
  • Batas satuan pasir Pucangan kedalaman  840m (warna hijau);
  • Serpih intra Pucangan pada kedalaman 520m (warna biru)

Penafsiran struktur menunjukkan Zona tanpa pemantul seismik (no reflector seismic) ditentukan sebagai zona struktur pembubungan dari lapisan yang berada pada kondi overpressure. Tidak terdapat patahan aktif, sebagaimana penafsiran dari Davies 2011.

Slide39

Rincian Penampang Seismik Refleksi dipublikasikan oleh Davies 2011. Dengan penekanan pada lokasi sumber air di Formasi Prupuh dengan puncak pada kedalaman 2834m. Sumber lumpur pada satuan lempur Formasi Kalibeng Atas. Struktur Patahan (Watukosek) aktif sampai di permukaan di dekat lokasi sumur BJP-1. Dan beberapa patahan tidak aktif.

Slide40

Pengolahan Data seismik untuk menentukan sumber Lumpur dari Formasi Kalibeng Atas: Contoh suatu hasil pemrosesan penampang seismik refleksi yang menekankan sumber lumpur, lempung Formasi Kalibeng Atas. Ditandai oleh suatu   Zona dengan kecepatan gelombang seismik yang rendah (low velocity zone) 6000 kaki/detik. Dengan volume  2 km2 dan 1,3km2.  Hasil perhitungan volume sumber lumpur, dengan dibagi kecepatan semburan  Lusi 90.000m3/hari , digunakan untuk menghitung panjang  umur semburan Lusi berkisar 23-35 tahun.

Slide41

Slide42

Postur dan Keunikan dan Isu Aktual LUSI: Kanan Atas A.  Pelangi elip InSAR dan GPS yang mengindikasikan terjadinya deformasi amblesan dan pengangkatan, serta ditafsirkan terjadi proses pembentukan Kaldera (caldera formation process) di Lusi; Kanan Bawah B. Citra Inderaja memperlihatkan posisi Lusi yang tumpang susun dengan Gunung Magmatik Welirang-Arjuno di selatannya. Revolusi pemahaman Lusi (2011), adalah Perkembangan Lusi mud volcano dan fenomena semburan geyser Lusi Sulung dan Bungsu, telah mempunyai hubungan hidrotermal dalam dengan sistem magmatik melalui intrusi berkedudukan dalam dari sistem magmatik; Kiri Atas C. Penampang sismik refleksi memperlihatkan lokasi sumur eksplorasi BJP-1 (Tingay 2015) yang menembus Patahan tidak aktif dan zona struktur pembubungan lapisan overpressue dicirikan dengan tidak ada pemantul seismik dan merupakan zona dengan kecepatan gelombang seismik yang rendah; Kiri Atas E. Temuan Ahli Kebumia Rusia (Hasil Riset Kadurin 2009) berdasarkan seismik refleksi 2-d yang selanjutnya telah ditafsirkan dengan menerapkan teknologi GIS 3-D, SEHINGGA MERUPAKAN PEMETAAN 3-D DI BAWAH LUSI (3-D subsurfce map), YANG PERTAMA KALINYA DIHASILKAN. Dimana memperlihatkan keberadaan dua tubuh mud diapir (mud structures) dan mud volcano Lusi. Diperingatrkan oleh Tim Rusia, bahwa bila Mud diapir tesebut bila dipicu oleh suatu gempabumi yang cukup kuat dapat berubah menjadi mud volcano seperti halnya LUSI.

Slide43

Penerapan Iptek Penginderaan Jauh InSAR dan GPS pada Lusi: Utama kiri A). Abidin 2008 telah menggunakan teknologi InSAR dan GPS untuk menemukan terjadinya deformasi amblesan dan penangkatan di sekitar Lusi. Tiga elip pelangi InSAR masing-masing amblesan LUSI (utara-Selatan), amblesan Wunut (timur-barat) di sisi barat LUSI, dan Pengangkatan Porong (baratlaut-tenggara) di timur LUSI. Kanan ATas B). Andreas 2010 mempublikasikan terjadinya proses pembentukan kaldera (caldera formation processes) dicirikan oleh  berkembangnya Struktur Patahan Melingkar (caldera ring faults). Itensitas Deformasi telah mengalami penurunan secara signifikan,  dari  sebelumnya 4 cm/hari (2006-2009) menjadi beberapa cm/Tahun.  Sedangkan  pola penurunan secara peluruhan eksponensial (exponential decay), sebagai tanda bahwa semburan Lusi akan terus mengecil; Kanan Bawah C) Rudolph (2013) seperti Abidin dan Andreas, memplot kontur deformasi pada Elip InSAR. Sebagai bukti yang meyakinkan bahwa penurunan amblesan (subsidence of deformation) berlangsung secara eksponential (exponential decay style) mengindikasikan bahwa panjang umur semburan Lusi akan menurun secara eksponensial sehingga dimodelkan pada tahun 2018 semburan bisa mencapai 1000m3/hari (dengan asumsi tahun 2013 intensitas semburan 10.000) bila BPLS menggunakan data intensitas semburan Lusi 2013 25.000m3/hari maka pada tahun 2018 intensitas semburan sekitar 2500m3/hari.

 

Slide44

Integrasi data bawah permukaan (subsurface) dan Permukaan LUSI: A) Kanan Bawah. Plot lokasi penampang seismik refleksi 2-d dan Penampang Ideal timur-barat dari Porong-1 ke BJP-1, dan Plot Pelangi InSAR; Kiri Bawah B) Plot deformasi amblesan pada dua (2) elip  pelangi deformasi InSAR pada Elip LUSI dan Elip Wunut; Kiri Atas C) Indikasi tiga Elip Pelangi InSAR oleh Fusukhima 2009; dan Kanan Atas D) Indikasi Elip Pelangi InSAR di Lusi yang mengindikasikan terjadinya amblesan (Lusi dan Wunut) dan Pengangkatan (Porong), dipublikasikan Abidin 2008.

Slide45.jpg

PERKEMBANGAN  STRUKTUR KALDERA MELINGKAR DI  ZONA DOME. PERBANDINGAN  JULI 2015 DAN AGUSTUS 2014. A). Utama Atas. Pada bulan Puasa Juli 2015, saya menemukan bukti yang meyakinkan atas terbentuknya struktur Patahan Kaldera melingkar (caldera ring fault structure) , dengan ciri membentuk pola “Crop Circle”, dengan bidang patahan condong (inward dipping fault) kearah Semburan Lusi. Temuan ini dikomunikasikan kepada Prof. Dr. Abidin di ITB (selanjutnya diterapkan TLS di Lusi 7-9 Oktober 2015) dan diinforkan kepada Dr. Mazzini (Oslo University) untuk tindak lanjut. Saya sebut fenomena ersebut sebagai suatu perulangan antara pembentukan Kaldera Melingkar di satu sisi dengan  interval semburan lusi yang dahsyat merusak (violence and destructive eruption). B) Kanan Bawah: Agustus 2014 dengan bike to work Lusi (speda untuk mendukung penanggulangan Bencana Kebumian LUSI) saya mendapatkan bukti berkembangnya struktur Patahan Kaldera Melingkar yang sangat ideal, dengan pergeseran vertikal ke bawah mencapai kedalaman maksimum 1 m, diukur pada lokasi  Kaldera Dome timur (Selatan Lusi); Kiri Bawah C). Juni 2015, Tim Khusus BPLS telah berhasil melakukan Jelajah melingkari Kaldera Lusi dan membagi menjadi Zona-Zona: a) Dome, b) Jatirejo, c) Siring, d) Hawai, e) Reno utara dan selatan; 

Slide46

15 Juli 2015, Testimoni pembentukan struktur Kaldera Melingkar di Zone Dome yang condong ke semburan (ke utara). Hipotesa bahwa perulangan antara interval pembentukan struktur Patahan kaldera melingkar yang luar bias (Agustus 2014) di satu sisi, dengan Interval semburan Lusi dibarengi dengan luapan lumpur yang dahsyat merusak disertai dan deformasi rayapan dan patahan di sektor Reno (timur)  dengan muntahan lumpur pekat tipe hawai (5 Oktober 2014) di sisi lain. Selanjutnya sebagai suatu model koseptual (conceptual model) telah dianalogikan seperti Pembentukan Kaldera Toba, dimana diawali dengan suatu even semburan gunung api yang sangat dahsyat. THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST, SAAT INI MERUPAKAN KUNCI UNTUK MEMAHAMI PROSES GEOLOGI YANG TELAH TERJADI JUTAAN TAHUN YANG LALU.

Slide47

Slide48

KELUARGA BESAR MUD DIAPIR DAN MUD VOLCANO DI JAWA TIMUR DAN JAWA TENGAH SEBAGAI. SEBAGAI SUATU  PERWUJUDAN STRUKTUR PEMBUBUNGAN (PIECERMENT STUCTURE) DARI SEDIMEN OVERPRESSURE, PADA REZIM TEKTONIK KOMPRESIF. LUSI TIDAK SENDIRIAN TAPI MENJADI SALAH SATU DARI 15 ANGGOTA KELUARGA BESAR MUD DIAPIR DAN MUD VOLCANO.

Slide49

POSTUR LUSI DALAM PAT DAN DI LUAR PAT DALAM DOMAIN KEWILAYAHAN  PENANGGULANGAN BENCANAAN KEBUMIAN LUSI 2006-2016.

Slide50

PEMANFAATAN IPTEK PENGINDERAAN JAUH: CITRA SATELIT GOOGLE EARTH 3-d LUSI DILIHAT DARI UTARA. DENGAN INSET TERRESTRIAL LASER SCANNER (OKTOBER 2015), KERJASAMA BPLS DENGAN FITB ITB, TELAH DIKUKUHKAN DEGAN MOU  APRIL 2016.

 

Slide54

Rekaman fenomena Dua Semburan Besar pada November 2015:  A. Kiri Atas: Postur Lusi mud volcano dan Gunung Magmatik, Semburan dengan mud kick (Susan Norrie, Artis dari  Australia); B Kiri Bawah:  Dr. Mazzini berfoto pada kedudukan diantara dua Semburan Geyser Sulung (kiri-timur) dan Geyser Lusi Bungsu (kanan-barat) di Zona Ilmiah Hawai; C. Kanan. Postur dua semburan Geysr Lusi saat perulangan semburan besar, memperlihatakan Semburan Sulung (bawah) dibarengi dengan aliran lumpur padu tipe Hawai ke arah selatan. Dengan dibatasi oleh bidang Patahan utara-selatan pada sebelah baratnya adalah Semburan Geyser Bungsu, dengan muntahan lumnpur lebih sedikit namun di sisi timurkan berkembanga struktur Kaldera Melingkar yang luar biasa. Citra dan Video diambil  dari Drone, November 2015, kerjasama BPLS dengan Badan Geologi, dikoordinasikan Ir. Heryadi Rahmat.

 

Slide53Postur Lusi mud volcano di bagian selatan, memperlihatkan tiga kapal keruk. Pusat semburan Gyser Lusi  Sulung (kedudukan foto selatan-sebenarnya timur) dan Bungsu (utara-barat).

ALBUM POSTUR SEMBURAN LUSI PADA EVEN GERHANA MATAHARI TOTAL (GMT):

13096330_938699759580688_7141115611014436591_n

Pengamatan dari Dome Lusi (selatan): Pertama kalinya pada GMT semburan Geyser Lusi menyembur secara vertikal menjadi tiga titik. Sebelumnya telah permanen dua titik Bungsu dan Sulung. 

13100941_938699279580736_7855518920918174571_n

Memasang tenda di zona Ilmiah Hawai, utara Lusi, Dengan jelas dapat memantau perilaku dua semburan geyser pada even GMT.

13124737_938699282914069_6387884839900988273_n

Mendekati batas KalderaHawai di utara Lusi pada pasca GMT.

13062151_938699272914070_893004783464024496_n

Pertama kalinya saya dapat memegang   BPLS Drone.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s