Geologi bawah permukaan daerah Lusi: hasil awal studi seismik-stratigrafi yang komprehensif.

 

PILIHAN MAKALAH DARI EGU 2016, UNTUK BASELINE

MENDUKUNG RENCANA STUDI BAWAH PERMUKAAN

LUSI MUD VOLCANO  SECARA KOMPREHENSIF  DAN INTEGRAL, DENGAN PENGAMBILAN DATA BARU SEISMIK REFLEKSI 3-D BERESOLUSI TINGGI.

KERJASAMA BPLS DAN TIM TERPADU 2016

 

Dikontribusikan Oleh: Prof. Dr. Hardi Prasetyo untuk LUSI LIBRARY

Plt. Kepala BPLS

Slide03

TIM TERPADU 2016, UNTUK STUDI BAWAH PERMUKAAN LUSI MUD VOLCANO AKTIF DENGAN MENGAMBIL DATA BARU SEISMIK REFLEKSI 3-D

Slide36

VARIASI KETERSEDIAAN DATA SEISMIK REFLEKSI DI BAWAH LUSI SEBELUM TERJADINYA SEMBURAN (<2006), DIPROSES ULANG UNTUK MENDUKUNG PENULISAN MAKALAH ILMIAH  DIPUBLIKASIKAN: 2007-2015.

Slide38

SEPERTI APA KORELASI SEISMIK REFLEKSI DIPROSES 2015 (TIGAY) DENGAN PROSES TAHUN 2011 (DAVIES), DIJEJERKAN DENGAN PENAMPANG KOMPOSIT  DIBAWA LUSI DARI MAZZINI 2012.

Slide37

PENAFSIRAN STRATIGRAFI DAN STRUKTUR MEMOTONG SUMUR BANJAR PANJI-1, BERDASARKAN PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI 2-D LAMA YANG DIPROSES ULANG OLEH TINGAY 2015. WALAUPUN SKALA VERTIKAL DALAM DETIK DUA ARAH, NAMUN PUNCAK DARI HORISON STRATIGRAFI DITUNJUKKAN DENGAN METER; STRUKTUR PEMBUBUNGAN DIPERLIHATKAN DENGAN ZONA TANPA PEMANTUL; STRUKTR PATAHAN TIDAK AKTIF (PADA KEDALAMAN).

Slide20

GRID LOKASI LINTASAN PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI 2-D MENCAKUP SUMUR BJP-1 (BARAT) SAMPAI PORONG-1 (TIMUR).; LOKASI TIGA PELANGI INSAR MENUNJUKKAN DEFORMASI AMBLESAN DAN PENGANGKATAN; CONTOH LINTASAN PENAMPANG REGIONAL TIMUR-BARAT (ISTADI 2009).

Slide21

PENAMPANG SEISMIK REFLEKSI REGIONAL DIPROSES ULANG (ISTADI 2009); PENAMPANG DI BAWAH BJP-1 TELAH DIGUNAKAN UNTUK MEMODEL PANJANG UMUR SEMBURAN LUSI BERDASARKAN VOLUME/TEBAL DARI LAPISAN SUMBER LUMPUR DARI FORMASI KALIBENG ATAS.

SARI MAKALAH DIPRESENTASIKAN

Moscariello, 2016 Geophysical Research Abstracts Vol. 18, EGU2016-15068, 2016 EGU General Assembly 2016

Geologi bawah permukaan daerah Lusi:  hasil awal studi seismik-stratigrafi yang komprehensif.

 

Andrea Moscariello (1), Damien Do Couto (1), Matteo Lupi (1), and Adriano Mazzini (2)

  • Department of Earth Sciences, University of Geneva 13 Rue des Maraichers, 1205 Geneva, Switzerland, (2) Center of Earth Evolution and Dynamics, University of Oslo, Sem Sælandsvei 2A, , 0371 Oslo, Norway

POKOK-POKOK BAHASAN DAN ISU: ABSTRAK

  • Penyelidikan bawah permukaan Lusi: Bencana Kebumian yang mendadak terjadi
  • Tujuan untuk memahami stratigrafi dan struktur, dalam hubungan dengan cairan hidrotermal dalam:
  • Kemungkinan untuk memprediksi kemungkinan fenomena semburan lumpur di masa depan:
  • Sumber Data Seismik Refleksi 2-d dengan lintasan spasi rapat:
  • Memungkinkan rekonstruksi variabilitas lateral dari horizon stratigrafi kunci:
  • Dicermati struktur dalam sesar Watukosek yang berasosiasi dengan rekahan:
  • Adanya kontras dari fasies seismik yang jelas di dekat komplek volkanik:
  • Kontras dengan satuan dalam antara satuan karbonat dan serpih:
  • Indikasi deformasi dan aliran fluida geologi dalam:
  • Identifikasi struktur runtuh yang besar di sumur Porong-1: Bukti pergerakan lumpur di kedalaman
  • Identifikasi hubungan patahan geser yang berakar dalam dengan zona deformasi vertikal seperti pipa:
  • Sering terjadi merupakan antarmuka satuan karbonat batugamping secara lateral dengan satuan serpih klastika:
  • Mekanisme deformasi dari struktur dalam antara sesar geser versus sesar dengan kemiringan:
  • Dalam penyelidikan hubungan sirkulasi cairan dalam dan dangkal:
  • Stratigrafi seismik pada tepian cekungan dekat zona volkanik, untuk memahami hubungan aktivitas gunungai sekarang dan masa lalu
  • Dibandingkan asal-usul struktur pembubungan dangan perkembangan struktur vertikal:

 

ABSTRAK

Penyelidikan bawah permukaan Lusi:

Telah dilakukan penyelidikan data di bawah permukaan (We investigate the subsurface data) dari suatu zona yang luas di kawasan Sidoarjo (Jawa Timur, Indonesia).

Dimana bencana semburan Lusi (where the sudden catastrophic Lusi eruption) tiba-tiba berawal pada 26 Mei 2006.

Tujuan untuk memahami stratigrafi dan struktur, dalam hubungan dengan cairan hidrotermal dalam:

 

Tujuan studi ilmiah ini adalah untuk memahami fitur stratigrafi dan struktur (to understand the stratigraphic and structural features) yang secara genetik dapat terkait dengan manifestasi di permukaan (can be genetically related to the surface manifestations) dari cairan hidrotermal dalam (of deep hydrothermal fluids).

Kemungkinan untuk memprediksi kemungkinan fenomena semburan lumpur di masa depan:

Dengan demikian studi ini juga dapat membuka kemungkinkan kita untuk memprediksi (allow us to predict) kemungkinan fenomena serupa di masa depan di wilayah ini (possible future similar phenomena in the region).

Sumber Data Seismik Refleksi 2-d lintasan spasi rapat:

Dalam rangka proyek Lusi Lab (ERC hibah n◦ 308.126) telah diamati serangkaian penampang seismik refleksi 2D dengan sepasi lintasan yang rapat, dari sumber komersial (we examined a series of densely spaced 2D reflection commercial seismic lines).

Memungkinkan rekonstruksi variabilitas lateral dari horizon stratigrafi kunci:

Hal ini memungkinkan rekonstruksi variabilitas lateral dari horizon stratigrafi kunci (The reconstruction of the lateral variability of key stratigraphic horizons) serta fitur-fitur tektonik utama (as well as the main tectonic features).

Dicermati struktur dalam sesar Watukosek yang berasosiasi dengan rekahan:

Secara khusus, telah dicermati struktur dalam dari sistem sesar Watukosek dan yang berasosiasi dengan rekahan (we shed light on the deep structure of the Watukosek fault system dan the associated fracture), terkait dengan lintasan-lintasan yang memotong keseluruhan seluruh urutan stratigrafi.

Adanya kontras dari fasies seismik yang jelas di dekat komplek volkanik:

Ke arah Selatan-Barat, ketika mendekati komplek vulkanik, di dalam fasies seismik dapat diindentifikasikan suatu kontras yang jelas (we could identify a clear contrast in seismic facies) antara tonjolan klastik volkanik yang tidak beraturan (between chaotic volcanoclastic wedges) dan urutan sedimen klastik (clastic-prone sedimentary successions).

Kontras dengan satuan dalam antara satuan karbonat dan serpih:

Disamping itu antara satuan stratigrafi berkedudukan lebih dalam (between the deeper stratigraphic units) terdiri dari karbonat dan satuan-satuan serpih lateral (consisting of carbonates and lateral shales units). 

Indikasi deformasi dan aliran fluida geologi dalam:

Yang terakhir memperlihatkan deformasi duktil (The latter show possible ductile deformation), berasosiasi dengan sesar yang dikontrol oleh diapirisme (associated to fault-controlled diapirism).

Dimana telah mengontrol deformasi dari satuan stratigrafi di atasnya (control in turns deformation of overlying stratigraphic units) dan sirkulasi cairan geologi dalam (deep geo-fluids circulation).

Struktur runtuh di sumur Porong-1, indikasi pergerakan serpih di kedalaman bawah permukaan:

Struktur runtuhan yang besar dikenal di daerah penelitian (Large collapse structures recognized in the study area) (misalnya pada sumur PRG-1).

Selanjutnya telah diinterpretasikan sebagai hasil dari suatu gerakan serpih pada kedalaman (the results of shale movement at depth).

Identifikasi hubungan patahan geser yang berakar dalam dengan zona deformasi vertilal seperti pipa:

Demikian pula untuk Lusi, dimana zona deformasi vertikal (“pipa”) (vertical deformation zones (“pipes”)), kemungkinan terkait dengan sistem patahan geser yang berakar dalam (deeply rooted strike-slip systems).

Sering terjadi merupakan antarmuka satuan karbonat batugamping secara lateral dengan satuan serpih klastika:

Tampaknya akan sering berada di lokasi sebagai antarmuka (often located at the interface) antara batuan karbonat yang keras membentuk tumpukan terisolasi (between harder carbonate rocks forming isolated build ups) dan satuan-satuan yang secara lateral berdekatan denan satuan-satuan klastik serpih (the laterally nearby clastic (shale-prone)-units).

Mekanisme deformasi dari struktur dalam antara sesar geser versus sesar dengan kemiringan:

Mekanisme deformasi dari fitur struktural (The mechanisms of deformation of structural features), yaitu sistem geseran mendatar vs geseran kemiringan (strike vs dip slip systems).

Dimana dapat mempengaruhi, baik batuan dasar (may affect either the basement rock) atau batuan-batuan pada stratigrafi yang menutupi batuan-batuan yang lebih dalam (or the overlying deeper stratigraphic rock).

Dalam penyelidikan hubungan sirkulasi cairan dalam dan dangkal:

Disamping itu juga sedang diselidiki untuk memahami hubungan (investigated to understand the relationship) antara sirkulasi cairan dalam dan dangkal (meteorik) (between deep and shallower (i.e. meteoric) fluid circulation.).

Stratigrafi seismik pada tepian cekungan dekat zona volkanik, untuk memahami hubungan aktivitas gunung api sekarang dan masa lalu:

Studi stratigrafi seismik pada tepian cekungan yang berlokasi lebih dekat ke akumulasi vulkanik (Seismic stratigraphic study of the basin margin), juga akan memungkinkan untuk merekonstruksikan hubungan (will also allow reconstructing the relationships).

Antara aktivitas gunung berapi sekarang dan masa lalu (between present and past volcanic activity). Yang direkam di bawah permukaan dalam (recorded in the deep subsurface).

Dibandingkan asal-usul struktur pembubungan dengan perkembangan struktur vertikal:

Dengan asal-usul struktur piercement (genesis of piercement structures) dan pengembangan zona-zona deformasi vertikal (and development of vertical deformation zones).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s