USULAN LOKASI PEMBORAN LAUT DALAM DI KOMPLEK TUMBUKAN INDONESIA TIMUR: IMPLIKASI TEKTONIK

banda-1

USULAN LOKASI PEMBORAN LAUT DALAM (OCEAN DRILLING PROGRAM) DI KOMPLEK TUMBUKAN INDONESIA TIMUR: IMPLIKASI TEKTONIK

Previous Proposed of  ODP Sites In The Eastern Indonesia Collision Complex: Tectonic Implication

By: Hardi Prasetyo

Department Energy and Mineral Resources

Presented at BPPT-JAMSTEC SEMINAR

ON OD21/100P

OCEAN DRILLING IN THE 21st Century Program

Jakarta, May 17th 2001

000banda

banda2

CATATAN DEPAN: MISTERI ALAM, ANALOGI KONTROVERSI PEMBENTUKAN LUSI MUD VOLCANO

  • Pembentukan Punggungan Laut Banda, dari tepian Benua Australia
  • Pembentukan GunungApi di Cekungan Banda dengan Leaky Transform
  • Keberadaan Bleduk Kuwu mud volcano di dekan Gunung Magmatik (forearc) dan keberadaan Gunung Muria di utaranya (backarc)
  • Keberadaan Lusi mud volcano (backarc) sebagai Induk sedimen sistem hidrotermal dalam berhubungan dengan Gunung magmatik di selatannya, dan keberadaan Patahan Watukosek (Transform fault?) yang masih misteri dan kontroversi.

Asalmula atau Pengendali Mekanisme Pembentukan Laut Banda yang telah menjadi perdebatan atau kontroversi di kalangan ahli Kebumian (Geologi, Tektonik), semakin dapat dikerucutkan pasca berhasil diterapkannya teknologi maju yang telah menemukan fakta-fakta baru:

  • 1) Berhasil mengambil contoh batuan dasar (basement rock) dari Punggungan Lusipara pada kedalaman 3000m, mengejutkan merupakan keratan dari batuan tepian Benua Australia;
  • 2) SeaMARC II sistem Pemetaan dasar melebar (Swath Mapping) mampu menghasilkan citra dasar laus seperti Landsat di darat, dan otomatis batimetri digital sampai selang kontur 25m;
  • 3) Pertama kalinya diterapkan Penampang Seismik Refleksi Dalam (Deep Seismic Profiling) sampai menembus MOHO, bisa menjustifikasikan Geometri sona tumbukan Australia-Banda dan membantu TESTIMONI GUNUNG API DI CEKUNGAN BANDA SELATAN DIBENTUK DENGAN MEKANISME LEAKY TRANSFORM, BUKAN HASIL SUBDUKSI KERAK SAMUDERA.

Kontroversi Pembentukan Laut Banda yang dinilai sangat Seru sampai saat ini, telah saya gunakan sebagai suatu pelajaran berharga untuk mengelola KONTROVERSI PENYEBAB DAN PEMICU SEMBURAN LUSI MUD VOLCANO, SEBAGAI INDUK SEDIMEN SISTEM HIDROTERMAL DALAM YANG BARU LAHIR. BERHUBUNGAN DENGAN GUNUNG MAGMATIK. 

Posisi ini juga sebagai suatu Pertimbangan Keberadaan Mud Volcano Bleduk Kuwu di Jawa Tengah, dimana di utaranya berkembang Gunung Muria, yang bukan tidak mungkin seperti halnya Gunung Api di Cekungan Banda (400 km di atas Benioff Zone) dikendalikan oleh Gunungapi Leaky Transform Fault.

Menjadi pertimbangan keberadaan Lusi mud volcano (Backarc paling selatan) berhubungan mesra dengan Gunungapi Welirang-Arjuno (Forearc), difasilitasi oleh keberadaan Patahan Watukosek yang saat ini juga masih Diperdebatkan!

RINGKASAN DIPERLUAS

PENULIS BERUNTUNG karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan terlibat secara langsung, dengan Program Pemboran Dalam (Ocean Drilling Program).

Merupakan salah satu kegiatan ilmiah internasional, yang pada intinya akan mempelajari sejarah pembentukan bumi, termasuk samudera.

Salah satu implementasinya adalah dengan melakukan pemboran samudera, dengan sasaran mendapatkan kerak samudera (oceanic crust).

Pada disertasi PhD di University of California Santa Cruz, telah digunakan data informasi dan knowledge yang dihasilkan dari Program Riset tersebut.

Guna memperkuat penentuan lokasi (site) dari usulan terhadap 3 (tiga) lokasi pemboran di Cekungan Laut Banda (Banda Sea Basin).

Masing-masing Cekungan Banda Selatan, Punggungan Lucipara dan Cekungan Banda Utara.

Profesor Eli Silver dari University of California Santa Cruz, selaku Pembimbing Utama Disertasi Phd dari penulis, telah dianugrahi oleh National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat dana riset multi year.

Untuk melakukan 3 lokasi pemboran ODP di Laut Banda, Indonesia. Termasuk tahap pengolahan data.

Namun program ODP tersebut, walaupun secara ilmiah telah siap dilaksanakan, namun tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Indonesia. Dengan alasan dan pertimbangan keamanan.

Dalam melakukan studi Geologi Kelautan dan Tektonik kawasan Timur Indonesia, telah digunakan data dan informasi yang sebelumnya telah dihasilkan dari lokasi pemboran Deep Sea Drilling Project (DSDP) khususnya yang berlokasi di Wharton Basin (Samudera Hindia), dan Palung Timor (Timor Trough).

Secara umum pemanfaatan proposal Pemboran Samudera di Laut Banda dimana di dalamnya termasuk kajian hasil sebelumnya dari beberapa lokasi di sekitar Indonesia telah penulis manfaatkan antara lain untuk: 1) Program Riset dan Phd di University of California, Amerika Serikat; dan 2) Presentasi dan makalah ilmiah yang dikontribusikan pada Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Forum Stratigrafi Indonesia (FOSI).

Presentasi makalah ini merupakan rangkuman dari rangkaian keterlibatan penulis pada usulan Program Pemboran Samudera Dalam (Ocean Drilling Program)

Telah presentasikan pada forum sosialissi ODP yang dilaksanakan oleh BPPT bekerjasama dengan manajemen ODP Amerika Serikat.

Dimana penulis telah ditunjuk sebagai salah satu nara sumber dari pihak Indonesia.

banda3

Slide 1:

Gambar pada Judul Makalah menggambarkan kompleksitas tatanan Geologi dan Tektonik dari Kawasan Cekungan Tepian Laut Banda (Banda Sea Marginal Basin).

Dimana temuan yang spektakular saat itu adalah bahwa Punggungan Banda merupakan keratan kerak benua (continental crust slivers).

Yang telah berpindah tempat (displaced) dan terperangkap (submerged) pada Cekungan Tepian Banda Selatan (South Banda Sea Marginal Sea).

Pada bagian kanan diperlihatkan lokasi DSDP 261 di Wharton Basin, dimana telah berhasil menembus kerak samudera tertua sekitar 150 juta tahun. Sebagai baseline pemahaman bahwa Cekungan Laut Banda merupakan pemerangkapan kerak samudera tua (old oceanic crust), yang sebelumnya berasal dari Cekungan Wharton, Samudera Hindia bagian timur.

banda4

Slide 2

Tatanan Tektonik dan Sedimentasi di Zona Transisi Kawasan Busur Sunda bagian timur-Busur Banda kompleksitas

Termasuk bukti kerak samudera tua pada bagian Cekungan Samudera Hindia timur, khususnya di lokasi DSDP 261 di Cekungan Wharton, yang ditentukan umumnya 151 juta tahun.

Kearah busur muka (forearc region) terdapat Pulau Sumba, yang keberadaannya masih menimbulkan misteri

Apakah merupakan bagian dari kontinen mikro berasal dari utara (Kerak Eurasia) atau dari selatan (tepian benua Australia).

banda5

Slide 3

Kedudukan dari lokasi Sumur DSDP 261 pada sistem Busur Sunda bagian timur, memperlihatkan model dari ‘Geohistory Curve’ dan ‘Decompaction History’.

Dimana secara umum mengikuti model penenggelaman kerak samudera yang ideal yaitu mengikuti pola kurva subsidence versus depth.

banda6

Slide 4

Model Tektonik Karate (Karate Tektonic) daerah kawasan Laut Banda dan sekitarnya (Busur Banda).

Memperlihatkan bahwa secara umum Lempeng Indo Australia bergerak kearah utara-baratlaut dengan kecepatan 4 cm/juta tahun sebagaimana digambarkan oleh adanya 4 orang yang mendorong Lempeng Australia ke utara.

Sedangkan Lempeng Pasifik bergerak kearah barat-baratdaya. Sebagai implikasi adalah terjadi oblique collision, dimana mengakibatkan Lempeng Indo-Australia mengalami pengeratan (slivering) oleh Lempeng Samudera Pasifik.

Selanjutnya dipindahkan (displaced) kearah barat, yang pada akhirnya mengalami penenggelaman kembali (submerged) contoh di Laut Banda lainnya mengalami tumbukan dengan Busur Kepulauan (contoh di Sulawesi).

Konsep Tektonik Karate untuk Indonesia Timur telah digunakan penulis sebagai dasar pengembangan konsepsi baik pada disertasi PhD, maupun pada tahap-tahap pemahaman geologi dan tektonik daerah tumbukan di Indonesia Timur. Salah satunya pada Buku Orasi, Pengukuhan Ahli Peneliti Utama (APU).

banda7

Slide 5: Physiographic Map of Eastern Indonesia. Peta ini talah dituntaskan atas kerjasama dengan Dr. Frank Wang, USGS Menlo Park, USA, merupakan Peta BatiMetri dan Fisiografi pada Era Tektonik Lempeng, mencakup Wilayah Laut Indonesia (Dipublikasikan di USGA dan PPPGL, KESDM).

Fisiografi daerah Indonesia Timur dikelompokkan menjadi bagian Luar (Outboard) yaitu:

  • Busur muka Sunda bagian Timur,
  • Busur Banda di bagian Laut dan Palung Timor,
  • Samudara Pasifik di utara Papua,
  • Laut Filipina Barat,
  • Laut Maluku,
  • Laut Sulawesi;

Sedangkan di bagian Dalam (inboard) adalah:

  • Cekungan Selat Makassar,
  • Laut Bali-Lombok,
  • Laut Flores, dan
  • Laut Banda.

banda8Slide 6

3 Lokasi Usupan Pemboran Program Pemboran Samudera di Laut Banda (diusulkan Oleh Prof. Eli Silver dan Hardi Prasetyo, University of California Santa Cruz, USA) yaitu:

Banda Basin-1 (BB-1) berlokasi di Cekungan Banda Selatan bagian tengah,

Banda Basin-2 di Punggungan Lucipara (Lucipara Ridge), dan

BB-3 berlokasi di Sula Basin atau Cekungan Banda Utara.

banda9

Slide 7

Batimetri di Cekungan Banda dan memperlihatkan lokasi dari 3 usulan pemboran dalam yaitu BB-1 pada dasar Cekungan Banda Selatan dengan kedalaman dasar laut sekitar 5000 m;

BB-2 berlokasi pada Cekungan Rift di Punggungan Banda, dengan kedalaman dasar laut sekitar 3000m, dan

BB-3 berlokasi di Cekungan Sula.

Kedalaman dasar laut sebagai target 3 pemboran tersebut untuk dapat melakukan pemboran dan mendapatkan contoh batuan sediment sekitar tebal 1 kilo meter,

Sehingga saat itu hanya dapat dimungkingkan dengan menggunakan kehandalan teknologi pemboran samudera dalam dengan Kapal Pemboran yang dioperasikan oleh ODP dengan markas besar di University of Texas A&M.

banda10

Slide 8

Kerangka Tektonik dari Indonesia, yang memperlihatkan kompleksitas dan perbedaan mencolok antara Kawasan Barat dikenal dengan Sistem Parit Busur Sunda (Sunda Arc-Trench System),

Dan Kawasan Timur dikenal sebagai Kawasan Tumbukkan Tektonik yang melibatkan berbagai elemen tektonik (tumbukan tepian benua dengan busur, tumbukan busur-busur, tumbukan kontinen mikro dan busur, dll.).

banda11

Slide 9

Khususnya Kawasan Laut Banda mempunyai tatanan Geologi dan Tektonik yang paling unik.

Karena data-data terhimpun memberikan bukti yang kuat terjadinya multi proses pembentukannya.

Yaitu pemerangkapan kerak samudera tua yang berasal dari Samudera Hindia (Wharton Basin) dan proses-proses beruntun pengeratan kerak (continental crust slivering).

Pemindahan (displaced continental crust) dan penenggelaman (submerged) pada kedudukan cekungan tepian (marginal basin) yang dialasi oleh kerak samudera tua (old oceanic crust).

banda12

Slide 10

Komposit atau Kumulatif Kurva Penenggelaman Tektonik berdasarkan analisis dengan metoda Geohistory dan Back Stripping yang dilakukan pada beberapa mendala tektonik yaitu:

(1) Cekungan Samudera,

2) Tepian Benua Australia,

3) Urutan Rift and Drift dari Sistem Tepian Banua Australia di P Buru dan Misool, dan

4) Kontinen Mikro Sumba.

Model penenggelaman tektonik regioanal tersebut mencerminkan kompleksitas pada kerangka tektonik dan sejarah geologi dari Indonesia Bagian Timur secara keseluruhan.

banda13

000banda2

Citra Google Earth memperlihatkan Lokasi Gunungapi yang berkembang di Cekungan Laut Banda Selatan, dapat diamati kelurusan dari “Gunungapi Leaky Transform” yang telah dikonfirmasi dengan Penampang Seismik Refleksi Dalam.

Slide 11

Salah satu misteri alami yang berkembang saat ini adalah terjadinya Gunung Api yang berlokasi di Laut Banda dan di busur belakang Banda yang jauh ke utara dari Jalur Gunung Api (Gunung Api).

Dengan penerapan teknologi yang sangat canggih saat itu yaitu Deep Seismic Profiling sampai menembus MOHO, dari Laut Banda ke Tepian Benua Australia.

Maka akhirnya dapat dikembangkan model pembentukkannya.

Yaitu terbentuk oleh adanya Transform Fault (jenis strike slip fault berdimensi regional), dimana Gunung Api muncul dari adanya patahan tersebut (Gunung Api Leaky Transform Fault).

banda14

Slide 12

Salah satu lokasi dilakukannya analisis terhadap Kurva Penenggelaman dari Cekungan Sumba yang berlokasi antara Pulau Sumba (barat) dan P. Sawu (timur).

Memperlihatkan fenomena diapir Lumpur (mud diapir) terbentuk oleh adanya backtrusting yang melibatkan Punggungan Sumba (Sumba Ridge) merupakan kontinen mikro dan Zona Akrasi Tumbukan Sawu dibatasi oleh Sesar Savu (Sawu Thrust).

banda14a

Slide 13

Peta digital gaya berat (gravity map) mencakup busur belakang Sunda dan Banda, memperlihatkan variasi pada nilai gaya berat antara positif warna merah sampai maksimum negatif warna biru.

banda15

Slide 14

Sebagai konklusi kartun memperlihatkan bahwa Indonesia Timur dibentuk oleh suatu tumbukan bebrapa lempeng mikro yang berasal dari Lempeng Kontinen Australia, Samudera Pasifik dan Kontinen Eurasia.

Kesemuanya dikendalikan oleh mekanisme Tektonik Karate.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s