HARI LIBUR SAPTU 3 DESEMBER 2016 MENGUNJUNGI PULAU LUMPUR DAN MEREKAM KEARIFAN LOKAL DI TLOCOR.

HARI LIBUR SAPTU 3 DESEMBER 2016 MENGUNJUNGI PULAU LUMPUR  DAN MEREKAM KEARIFAN LOKAL DI TLOCOR

 

Bersama Adang Pengembara Aw, Chandra Wilwateka dan Rony di Pulau Lumpur.

 

Rencana akan ke Pulau Lumpur dengan Tim agak besar dari Pos BA dan Sekuriti.

Namun rencana berubah, karena saat berada di Pond Kedungbendo hujan datang, dan kita berteduh di Kantin Mery P41, minum kopi. Membatalkan rencana ke Pulau Lumpur dengan rombongan besar.

Namun saat akan melihat bangunan PGN tiba-tiba hujan mengecil, dan kontak ke Tlocor ternyata disana masih Gerimis.

Diputuskan segera menuju Tlocor untuk memanfaatkan waktu untuk merekam Kearifan Lokal termasuk Tugu Aku Cinta Lingkungan, Warung dan sarana dasar yang telah dibangun BPLS, dan akan makan siang ikan bakar di warung sisi timur Dermaga.

Karena saat makan hujan mengecil, sehingga diputuskan setelah makan ikan bakar di warung Tlocor segera mencarai perahu nelayan trtadisional untuk Go to Pulau Lumpur – Wanamina:

Sasaran utama adalah memantau “Seperti apa Kenampakan Pulau Lumpur yang sebelumnya telah mulai dikembangkan tahap awal dari Kementrian Kelautan dan Perikanan”?.

Dan apa saran yang akan disampaikan kepada pihak yang akan menerima bila toh BMN BPLS Pulau Lumpur akan diserahkan ke pihak lain, agar fungsi utama strategis dapat dipertahankan:

1) Pulau Lumpur sebagai bagian tidak terpisahkan dari Sistem Pengaliran Pulau Lumpur dari PAT ke Palung Dalam di Selat Madura;

2) Puluau lumpur dengan Wanamina, sebagai bagian Biodiversity dan Kearifan Lokal terhadap usulan Calon Geopark Lusi.

Akan disarankan kepada penerima BMN Pulau Lumpur dari BPLS, kiranya dapat disediakan sarana kecil Informasi menampilkan:

“PULAU LUMPUR SATU-SATUNYA DI DUNIA YANG TERBANGUN TANPA DIRENCANAKAN SEBELUMNYA,

PADA KONDISI DARURAT, DILAKSANAKAN DENGAN REKLAMASI YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE RECLAMATION)”

Seperti halnya Lusi, Pulau Lumpur juga telah berperan sebagai Laboratorium Alam dan Unggulan Studi Mangrove di Jawa Timur.  Telah menghasilkan Doktor Frida Sidik (Bakau Pulau Lumpur).

12316550_849294095187922_7057962346592098581_n
12295338_849295595187772_200780793442169440_n
Pulau Lumpur mempunyai peran dan fungsi strategis:
1)  Sebagai bagian tidak terpisahkan untuk mengalirkan Lusi dari hulu di PAT ke Palung Dalam di Selat Madura, menggunakan energy bebas yang dimiliki sendiri oleh Kali Porong;
2) Sebagai faktor pendukung dari  aspek-aspek Keragaman Hayati (Bidodiversity) diwujudkan dengan Wanamina, Kearifan Lokal di Tlocor termasuk keberadaan Tugu Aku Cinta Lingkungan. Untuk pengusulan Calon GeoPark Lusi.
3) Laboratorium Alam, Proses Reklamasi yang berkelanjutan (sustainable reclamation), Unggulan studi Mangrove sebagai bagian perlindungan kawasan pesisir dan pulau-lupau kecil (coastal Zone and small island protection).

Meninggalkan dermaga Pelabuhan Nelayan Tradisional Tlocor di Muara Kali Porong, dibangun BPLS dan digunakan tahun 2012.

Reuni dengan Rony mantan Pilot Perahu Motor BAP saat pembangunan Tlocor dan Reklamasi Pulau Lumpur.

Mendarat di Dermaga Pulau Lumpur, diresmikan penggunaannya tahun 2012.

Selamat Datang di Pulau Lumpur 94 hektar, saat ini masih menjadi BMN BPLS. Kerjasama Keamanan dengan Koramil Jabon. Kerjasama dengan DKP tahun 2015 untuk membangun Prasarana Dasar.

Lokasi  1: Bangunan baru untuk Serambi Pulau Lumpur, yang dapat digunakan sebagai kantor kecil dilengkapi dengan kamar tidur. Bisa dimanfaatkan untuk sarana camping.

Lokasi 2: Jembatan memantau pertumbuhan tanaman Bakau, panjang sekitar 100 m dibuat dari bahan kayu.

Saat ini pohon bakau mulai menyentuh di Jembatan Pantau.

Lokasi 3. Sumur Gali dengan air yang luar biasa
 
Anugerah Tuhan YME yang luar biasa Patut Disyukuri
Karena Sumur Gali yang ada di Pulau Lumpur dengan air yang relatif baik dan persediaan yang berlanjut baik pada musim kering apalagi musim hujan
Menerobos belukar menuju ke Fasilitas Penjernihan air.
Lokasi 4. Tangki air hasil penjernihan air baku dari sumur dan tadah hujan
Menaiki Tangga untuk melihat Tangki Penampungan Air hasil dari fasilitas penjernihan air baku
Lokasi 5: Memantau Ketersediaan dua Toilet Baru yang belum digunakan.
 Lokasi 6: Menara Pemantau setinggi 9 m
Menaiki tangga Pemantau Lingkungan setinggi 9 meter dibangun dengan material kayu.
Sebagai mantan Peterjun Bebas, bila hanya 9 meter tidak masalah. Karena dulu bila terjun dari ketinggian di atas 3000 kaki.
Sampai di Puncak Menara Pantau 9 Meter, Adang dan Rony berada di bawah puncak, untuk menahan landasan kayu yang saya injak sudah dalam keadaan rapuh.
Disinlah manfaat masa lalu ikut Klub Terjun Payung AVES, dan Anggota Desk di Polkam, Persyaratan harus ada Nyali menghadapi ketinggian.
Untuk menuruni Menara tinggi 9 M lebih sulit daripada saat  Naik, dimana padangan ke atas.
Perjalanan selanjutnya  menembus rimbunnya pohon-pohon di Pulau Lumpur menuju  Gasibo Pulau Lumpur yang baru dari bahan Kayu. Menggantikan Gasibo sebelumnya berukuran besar dari Bambu dan atap Jerami, yang dibangun tahun 2012. Penuh dengan Kenangan Indah dan Heroik.
Lokasi 7: Bangunan Gasibo Pulau Lumpur, baru.
Sampai dan beristarat 10 menit di Gasibo Pulau Lumpur yang baru dari bahan Kayu.
Lokasi 8: Museum Gasibo Wanamina 2012
Obyek kunjugan terakhir adalah mampir di Bekas Gasibo Pulau Lumpur di bangun tahun 2012.
Perasaan  prihatin mengingat Gasibo Pulau Lumpur telah merekam banyak kegiatan BPLS dan para pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Kemarin diputuskan bahwa Gasibo BPLS menjadi Museum alam, namun bila tidak bertahan lama mungkin akan menjadi bahan kayu bakar.
Lokasi 9: Dermaga Pelabuhan Nelayan Tradisional Tlocor, sudah mengalami kerusakan.
Selamat Datang Kembali di Dermaga Pelabuhan Nelayan Tradisional BPLS diresmikan penggunaannya tahun 2012, bersama Patung Acu Cinta Lingkungan.
Lokasi 10: Kawasan Pelabuhan Tlocor sebagai Destinasi Kunjungan Wisatawan Domestik transit ke Pulau Lumpur
Kondisi saat ini Tlocor lokasi pelabuhan Nelayan Tradisional, pada hari Libur pagi telah menjadi Destinasi Tujuan Wisata.
Juga menjadi transit bagi Pengunjung ke Pulau Lumpur, untuk menyiapkan logistik makanam dan minuman. Juga mendapatkan Jasa Perahu Nelayan Tradional untuk membawa ke Pulau Lumpur, ditemput sekitar 20 menit.

 

12316550_849294095187922_7057962346592098581_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s